apa itu tahun fiskal

Tim HR Wajib Memahami Tahun Fiskal dalam Pengelolaan Bisnis

Apakah Anda dan tim menyadari bahwa tahun fiskal menjadi poin krusial untuk menjalankan tugas? Ya, kita harus mengakui bahwa masih ada anggota HR yang kurang memahami konsep tahun ini.

Tahun fiskal merupakan periode akuntansi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengatur dan melaporkan keuangan mereka. Namun, tahun tersebut bukan monopoli tim sales dan keuangan saja, juga tim HR untuk merencanakan anggaran, membuat keputusan strategis, hingga melaksanakan kegiatan yang mendorong kinerja karyawan.

Memahami Cakupan Tahun Fiskal 

Definisi

Tahun fiskal adalah suatu periode akuntansi selama 12 bulan yang digunakan bisnis untuk melaporkan keuangan dan pajak.

Periode ini juga tidak selalu dimulai pada tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember seperti kalender pada umumnya. Periode akuntansi ini dapat berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan.

Bagi manajemen dan investor, memahami tahun fiskal perusahaan memungkinkan mereka mengukur laba dari waktu ke waktu. Begitu pula dengan karyawan di berbagai fungsi, mereka bisa merencanakan hingga mengimplementasikan strategi guna mendorong kinerja yang lebih baik lagi di periode mandatang.

Cara kerja

Konsep tahun fiskal mirip dengan tahun kalender. Umumnya, periode akuntansi akan dibagi menjadi empat periode yang masing-masing terdiri dari tiga bulan.

Tahun fiskal bisa terdiri dari 52 hingga 53 minggu, mengingat satu tahun tidak tepat 52 minggu.

Untuk menyamakan jumlah hari, periode akuntansi sering dirancang untuk mencakup 364 hari atau 52 minggu dikalikan 7 hari, sehingga meninggalkan 1,25 hari tidak terpakai setiap tahunnya. Hari tidak terhitung ini dianggap sebagai hari ekstra yang termasuk hari kabisat, lalu ditambahkan ke minggu berikutnya yang akan ditambahkan ke kalender periode mendatang setiap lima atau enam tahun.

Dengan begitu, periode akuntansi 52 minggu selalu berakhir pada hari terakhir setiap bulan, sementara periode 52-53 minggu biasanya berakhir pada hari yang sama dalam seminggu dan bulan yang sama setiap tahun, kecuali jika minggu ke-53 telah ditambahkan.

Baca juga: 7 Tren Tempat Kerja Ini akan Berpengaruh Pada 2026

Alasan Perusahaan Menetapkan Tahun Fiskal

1. Sesuai siklus bisnis

Jenis laporan ini dapat dengan mudah mendorong peningkatan penjualan pada kuartal keempat, berkat volume belanja yang meningkat dari pelanggan selama periode tertentu. Contohnya, sebuah toko ritel atau toko musiman dapat memilih untuk mengakhiri tahun fiskal mereka pada Sabtu terakhir di Januari, sehingga mereka dapat mencatat semua pendapatan penjualan liburan selama tahun baru. 

2. Sesuai bisnis musiman

Dengan memilih periode fiskal yang berakhir pada kuartal dengan penjualan yang lebih tinggi, perusahaan dapat mencerminkan angka akhir tahun yang lebih baik

Sebagai contoh, dalam bisnis ritel, sebagian besar penjualan biasanya terjadi selama musim liburan. Dengan mengakhiri periode akuntansi pada 31 Januari, perusahaan dapat mengakumulasi semua pendapatan penjualan liburan dalam kuartal terakhir, yang dapat meningkatkan performa perusahaan menjelang akhir tahun. 

Jadi, memilih kuartal dengan penjualan puncak sebagai akhir tahun fiskal dapat memberikan tampilan yang lebih positif terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.

3. Menghemat biaya

Ketika akhir periode akuntansi tiba, mereka memiliki peluang untuk melakukan negosiasi dan mengurangi biaya terkait dengan akuntansi dan audit. Ini biasanya dihubungkan dengan tanggal pelaporan pajak.

Poin lainnya adalah mereka mendapatkan keuntungan lebih, jika periode yang ditetapkan berbeda dari bisnis yang memiliki jadwal berbeda. Dengan demikian, perusahaan memiliki peluang untuk menghemat biaya dengan strategi yang tepat saat menghadapi akhir tahun fiskal.

Referensi artikel: Produktivitas Kerja Bagi Gen Z: Masa Depan Perusahaan

Periode Akuntansi Bisa Diubah!

Perusahaan memiliki kemampuan untuk mengubah periode akuntansi mereka sesuai keinginan. Perubahan tersebut biasanya didorong alasan strategis atau finansial. 

Sebagai contoh, perusahaan A mengubah tahun fiskal yang semula Juli-Juni menjadi Januari-Desember. Perubahan ini diikuti oleh pencatatan laba dan pajak.

Di Amerika Serikat (AS), perusahaan yang ingin mengubah tahun fiskalnya harus mengajukan permohonan kepada IRS. Caranya, pengusaha mengajukan pengembalian pajak yang diubah dan mengisi Formulir 1128, lalu menunggu persetujuan mereka. Perusahaan di AS tidak bisa hanya memperpanjang atau membuat identifikasi wajib pajak baru tanpa melalui prosedur yang ditetapkan oleh IRS.

Artikel berikutnya: Masyarakat Beralih ke Sektor Informal: Penyebab dan Dampak terhadap Ekonomi

Contoh Tahun Fiskal di Perusahaan

Apple

Apple memperoleh pendapatan yang signifikan selama musim liburan ketika orang tua membeli iPhone atau iPad baru untuk anak-anak mereka. Tahun fiskal Apple terdiri dari 364 hari dan dibagi menjadi empat kuartal yang dikenal sebagai Q1, Q2, Q3, dan Q4.

Setiap kuartal dimulai dengan satu bulan fiskal yang berdurasi 35 hari (setara dengan lima minggu fiskal), diikuti oleh dua bulan fiskal masing-masing 28 hari (setiap bulan fiskal terdiri dari empat minggu). Hari pertama periode akuntansi Apple adalah Minggu terakhir September dan hari pertama dalam seminggu adalah Minggu (sama dengan kalender AS)

Microsoft 

Tahun fiskal Microsoft tidak sesuai dengan periode kalender karena dimulai pada tanggal 1 Juli dan berakhir pada tanggal 30 Juni. Sebagai contoh, tahun anggaran 2019 berakhir pada 30 Juni 2019. Setelah 30 Juni 2019, tahun anggaran 2020 dimulai dengan triwulan pertama TA (Tahun Anggaran) 2020 yang dimulai pada 1 Juli 2019.

Pemerintah

Penerapan tahun fiskal berbeda di berbagai negara. Beberapa contohnya adalah:

  • Australia dimulai pada 1 Juli dan berakhir pada 30 Juni
  • Austria dimulai pada 1 Januari dan berakhir di 31 Desember
  • pemerintahan federal Amerika Serikat dimulai pada 1 Oktober dan berakhir di 30 September
  • Indonesia dimulai pada 1 Januari dan berakhir pada 31 Desember

Mengingat tahun fiskal berperan penting dalam dunia bisnis dan keuangan, maka perusahaan perlu memahami pengaturan dan pelaporan keuangan kepada pemangku kepentingan.

Pilihan untuk mengubah tahun fiskal dapat membantu perusahaan mengatur strategi finansial dan peningkatan efisiensi. Lebih lanjut, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan memaksimalkan potensi pertumbuhan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif.


by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *