lingkungan kerja yang baik hrpods

Lingkungan Kerja yang Baik: 6 Indikator dan 3 Cara Meningkatkannya

Dalam mencari pekerjaan baru, kandidat tak hanya melihat kompensasi dan benefit, juga mempertimbangkan lingkungan kerja yang baik di perusahaan. Mereka akan menggali informasi bagaimana budaya dan lingkungan kerja di perusahaan yang memberikannya offering letter.

Bila banyak testimoni positif, mereka akan melanjutkan proses penerimaan. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Dari pola ini, tim HR bisa menilai bahwa menciptakan lingkungan kerja yang baik, merujuk lingkungan nyaman, sehat, dan positif, adalah hal wajib yang perlu dilakukan oleh perusahaan. Lingkungan kerja yang baik akan membuat karyawan betah sehingga menurunkan tingkat turnover.

Definisi Lingkungan Kerja yang Baik

Pada dasarnya, lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan bekerja seorang karyawan. Jika dalam lingkungan sekitar tempat kerja memberikan kesan tidak nyaman, ini akan berdampak kepada semangat, motivasi, hingga performa kerja karyawan.

Hal ini sama seperti apa yang dikatakan oleh salah seorang ahli, Nitisemito (2012), yakni lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjelankan tugas-tugas yang diembannya.

Lingkungan kerja yang baik dapat memberikan banyak pengaruh positif terhadap karyawan dan perusahaan, seperti:

  • Kemunculan ide dan inovasi dan karyawan
  • Angka absensi menurun
  • Meningkatkan produktivitas tim
  • Meningkatkan produktivitas perusahaan
Baca juga: 10 Strategi Mengelola Emosi di Tempat Kerja Ini Menciptakan Ekosistem yang Sehat

2 Jenis Lingkungan Kerja

Selain dapat memberikan pengaruh yang positif, terdapat juga dau jenis dari lingkungan kerja itu sendiri, seperti yang akan di jelaskan dibawah ini.

1. Lingkungan kerja fisik

Menurut Sedarmayanti (2007) lingkungan kerja fisik adalah semua yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini menjadi tempat kerja karyawan untuk melakukan aktivitasnya.

Setiap perusahaan atau organisasi wajib menyediakan lingkungan kerja yang baik bagi karyawannya agar  mereka dapat bekerja sesuai dengan keinginan organisasi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.

2. Lingkungan kerja nonfisik

Jenis lingkungan kerja yang kedua yaitu lingkungan kerja non-fisik, yang merupakan segala hal terkait dengan hubungan kerja sesama karyawan, seperti antara bawahan dengan atasannya.

Jenis lingkungan kerja ini mampu memberikan dampak positif terhadap produktivitas perusahaan. Maka itu, perusahaan wajib membuat lingkungan kerja non-fisik yang kondusif untuk mendukung kerjasama antar divisi atau bidang.

Bacaan selanjutnya: Seberapa Efektif Hybrid Work Setelah Pandemi Usai?

6 Indikator Lingkungan Kerja

Indikator atau standar lingkungan kerja sejatinya dibuat untuk mengatur mengenai hal-hal apa saja yang harus berada di dalam lingkungan kerja. Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan berkaitan dengan rasa nyaman yang dapat dirasakan oleh karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.

Indikator lingkungan kerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan yaitu:

1. Pewarnaan dan penerangan

Tempat kerja yang ideal harus mempunyai penerangan yang baik dan memiliki warna dinding yang bersifat netral. Pewarnaan yang terlalu gerlap dengan tidak didukung oleh penerangan yang memadai akan mengakibatkan emosional karyawan merasakan rasa malas dalam menjalankan aktivitas kerja. Pemilihan cahaya yang redup serta pemilihan warna cat atau media lain pada dinding tempat kerja akan melelahkan mata karyawan.

2. Kualitas udara dan suara

Perusahaan perlu memperhatikan kualitas udara dan kebisingan suara pada ruangan kerja karyawan, karena ruangan yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik akan mengganggu kenyamanan karyawan saat bekerja. Suara bising pun akan mengganggu konsentrasi bekerja pada karyawan.

Perusahaan dapat menggunakan bantuan media berupa AC yang dapat mengatur kelembaban udara serta sirkulasi udara. Menambahkan peredam suara berupa karpet atau peredam dinding dapat meminimalisir gangguan kebisingan yang diakibatkan oleh suara di luar ruangan.

3. Kebersihan

Tentu, tidak ada orang yang menyukai lingkungan yang kotor, begitu pula dalam lingkungan tempat kerja. Tim HR harus memastikan ruang kerja, ruang rapat, dan ruang laun bersih, sehingga mendukung konsentrasi dan kenyamanan karyawan dalam bekerja.

4. Keamanan

Rasa aman merupakan hal yang utama bagi karyawan dapat fokus dalam bekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu memberikan jaminan rasa aman kepada setiap karyawan dengan mempekerjakan petugas keamanan yang dapat diandalkan. Jika menyewa sebuah gedung kantor, pastikan petugas keamanan siap dihubungi kapan pun untuk membantu Anda.

5. Tanggung jawab dan struktur kerja

Pembagian tugas yang jelas sesuai dengan struktur kerja akan membuat karyawan tidak merasakan kebingungan untuk mengenali dan mengerjakan tugas yang diberikan. Selain itu, pembagian tugas yang jelas akan membangun emosional dan motivasi karyawan.

6. Komunikasi dan kerjasama tim

Pola komunikasi yang baik akan membantu suasana kerja dalam tim yang positif, sehingga Anda harus memastikan segala tugas yang dikerjakan oleh tim dapat diselesaikan. Apabila komunikasi antar karyawan dalam tim tidak berjalan baik, maka akan menyulitkan penyelesaian tugas.

Baca juga: 7 Kiat Menerapkan Kantor Ramah Lingkungan

3 Cara Meningkatkan Lingkungan Kerja yang Baik

1) Menata ulang desain ruangan

Desain ruang kerja harus memiliki perpaduan antara kenyamanan dengan gaya hidup. Ruang kantor yang dirancang baik merupakan salah satu poin yang karyawan soroti dari perusahaan, karena ini menunjukan nilai perusahaan di dalamnya. Menata ulang ruangan meliputi penggantian furnitur, pemilihan warna cat tembok, dan pencahayaan di dalam ruangan.

2) Menciptakan lingkungan kerja yang sehat

Namun, lingkungan kerja yang sehat tidak hanya sebatas mengenai kebersihan semata. Ini dapat merujuk tersedia fasilitas dapur, air minum, dan makan siang yang sehat. Langkah tersebut untuk memperhatikan nutrisi karyawan agar tetap fit dalam bekerja. Karyawan dengan tubuh sehat mampu meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

3) Menciptakan budaya kerja profesional dan fleksibel

Perusahaan melalui tim HR perlu menciptakan lingkungan kerja yang fleksibel, tetapi tidak melupakan batas-batas profesional. Hal ini meliputi gaya kerja, gaya kepemimpinan, komunikasi internal, dan struktur kepemimpinan. Upaya itu mendukung karyawan untuk mengeksplorasi kreativitas dan inovasi baru.

Di zaman serba instan dengan kemajuan teknologi, karyawan bekerja tidak hanya berorientasi terhadap gaji, juga lingkungan kerja yang baik. Jadi, tim HR perlu mendorong semua karyawan dan pemimpin untuk bersama-sama meningkatkan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan positif untuk keberlangsungan perusahaan.


by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *