Jelang tahun baru atau Idulfitri, tim HR dan perekrut disibukkan dengan merekrut kandidat yang tepat, karena Anda harus mengisi posisi yang ditinggalkan oleh karyawan resign atau memenuhi posisi baru. Dalam proses rekrutmen, Anda harus memilih seseorang yang tepat berada pada posisi yang dibutuhkan oleh bisnis.
Ketepatan menempatkan seseorang dalam peran tertentu akan mendukung operasi bisnis sehari-hari, mengembangkan karyawan, sekaligus membentuk budaya perusahaan. Keberhasilan merekrut kandidat bukan hanya tentang gaji, lebih dari itu, kejelasan antara peran dan tanggung jawab.
Pahami Employee Life Cycle
Sebelum merekrut kandidat yang tepat, tim HR maupun perekrut perlu memahami employee life cycle. Ini adalah tujuh tahapan yang dilalui oleh seseorang sejak ia memulai bekerja sampai mengundurkan diri di perusahaan.
Tim HR perlu memahami dan mempunyai visualisasi employee life cycles guna merencanakan strategi kebutuhan karyawan ke depan. Sebenarnya, ini mengadopsi customer journey yang dilakukan oleh praktisi marketing, yaitu tahap awareness, consideration, dan decision.
Dalam employee life cycle, terdiri dari tujuh tahapan, yakni attraction, recruitment, onboarding, retention, development, offboarding, dan happy leavers. Tim HR perlu memperhatikan setiap tahap yang saling terkait sehingga Anda dapat mempertahankan karyawan unggulan maupun mengantisipasi mereka yang mengundurkan diri.
Tujuh tahap employee life cycle:
- Attraction: tahap awal ketika kandidat tertarik dengan lowongan pekerjaan di perusahaan
- Recruitment: merekrut kandidat yang tepat berdasarkan kebutuhan bisnis sembari memberikan candidate experience positif
- Onboarding: pengenalan karyawan baru kepada tim dan perusahaan agar ia dapat menyesuaikan diri dengan pekerjaannya
- Retention: ini tahapan paling lama, karena perusahaan berupaya mempertahankan karyawan dan memastikan mereka bahagia serta puas dengan peran mereka
- Development: mengembangkan keterampilan dan pengetahuan karyawan untuk mendukung pertumbuhan karier
- Offboarding: ini proses sulit, karena perusahaan harus melepaskan karyawan dengan menjalankan offboarding yang baik
- Happy leavers: memiliki database mantan karyawan untuk membina hubungan baik dengan mereka, karena bukan tak mungkin perusahaan akan membutuhkan keterampilan mereka lagi di masa mendatang
Artikel terkait: Employee Life Cycle Mampu Tingkatkan Produktivitas Perusahaan
5 Kiat Merekrut Kandidat yang Tepat di Pasar Kerja Kompetitif
Mempekerjakan orang yang tepat adalah keputusan penting yang dibuat oleh perekrut dan manajer (dan terkadang pemilik usaha) untuk mengisi suatu posisi. Seseorang yang tepat tidak hanya membantu mengelola operasional, juga berkontribusi pada visi jangka panjang serta mendorong inovasi perusahaan.
Di pasar kerja yang semakin kompetitif, menemukan kandidat terbaik di bidangnya terkadang membutuhkan lebih dari sekadar memasang iklan lowongan. Alhasil, Anda dan tim membutuhkan strategi yang matang, mulai dari menetapkan peran dan kualifikasi, mendeskripsikan tanggung jawab, menyaring CV kandidat berdasarkan kualifikasi, memberikan tawaran akhir, hingga menentukan ekspektasi realistis.
Berikut ini referensi bagi Anda dalam menjalankan proses rekrutmen:
1. Tetapkan peran dan kualifikasi
Sebelum memulai proses rekrutmen, perekrut dan manajer perlu sepakat untuk memahami peran yang dibutuhkan dan apa saja kualifikasinya, seperti pengalaman, keterampilan, serta penguasaan terhadap alat kerja, seperti:
- Kontrak kerja, PKWT atau PKWTT
- Fungsi dan tanggung jawab pekerjaan
- Pengaturan kerja, seperti kam kerja, lokasi kerja, hybrid, atau WFA
- Persyaratan pengalaman, pendidikan, hingga penguasaan alat kerja
- Keterampilan yang dibutuhkan sejak hari pertama dan yang dapat dikembangkan saat bekerja
Dengan menetapkan hal tersebut, maka Anda akan lebih siap untuk mengidentifikasi kandidat yang tepat dan mempersiapkan kesuksesan mereka di perusahaan Anda.
2. Buat job description yang menarik
Selanjutnya, Anda dan manajer perlu membuat job description yang menarik perhatian kandidat terbaik di luar sana untuk bergabung ke perusahaan Anda. Job description sering kali menjadi kesan pertama yang didapatkan oleh kandidat tentang perusahaan. Untuk menonjol di pasar kerja kompetitif dan menarik kandidat terbaik, pertimbangkan untuk melakukan:
- Fokus pada fungsi dan hasil yang dibutuhkan serta hindari penggunaan bahasa yang berlebihan
- Tulis mengenai seperti kompensasi, tunjangan, dan lingkungan kerja
- Soroti aspek dari budaya perusahaan, peluang pertumbuhan, dan program penghargaan
- Perbarui deskripsi pekerjaan secara berkala untuk mencerminkan tanggung jawab dan persyaratan terkini
- Sertakan pernyataan sebagai pemberi kerja yang memberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan komitmen terhadap keragaman dan inklusi
Selain itu, pastikan paket kompensasi yang ditawarkan oleh perusahaan kompetitif, sehingga menarik kandidat unggul untuk bergabung dan berprestasi di perusahaan Anda.
3. Temukan kandidat yang tepat
Ketika dua hal di atas sudah dilakukan, maka Anda dan tim akan menemukan kandidat yang tepat. Anda dapat memanfaatkan berbagai saluran rekrutmen untuk memaksimalkan jangkauan, seperti:
- Platform pencarian kerja, seperti Jobstreet, LinkedIn, atau Kalibrr
- Database kandidat yang biasanya dimiliki oleh tim HR
- Rekomendasi kandidat dari karyawan atau employee referral
- Melakukan pendekatan proaktif kepada kandidat pasif melalui LinkedIn dan jaringan profesional lainnya
Bila Anda memiliki waktu terbatas dalam proses rekrutmen dan pencarian kandidat ke berbagai platform belum tentu berhasil, tak ada salahnya untuk menghubungi konsultan rekrutmen di recruitment agency. Melalui recruitment agency, Anda dapat menemukan kandidat yang sesuai kebutuhan perusahaan, baik dari sisi keterampilan maupun keselarasan dengan nilai-nilai perusahaan.
Baca juga: 15 Recruitment Agency Indonesia Pilihan
4. Sederhanakan sesi wawancara
Saat Anda sudah menerima CV, saring dan pilih kandidat yang akan Anda undang dalam sesi wawancara kerja pertama. Pastikan proses ini tidak berbelit-belit sehingga membuat nyaman kedua belah pihak.
Biasanya, Anda akan melakukan wawancara pertama melalui telepon. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandidat yang paling menjanjikan. Pertimbangkan untuk:
- Menilai atau menyeleksi menggunakan kuesioner untuk mempersempit kandidat
- Menyiapkan serangkaian pertanyaan yang konsisten untuk memastikan perlakuan yang setara dan meminimalkan bias
- Menjelaskan tentang budaya perusahaan, pengaturan kerja, hingga alur kerja kepada kandidat yang Anda jumpai
- Melibatkan pemangku kepentingan, seperti kepala departemen dan calon rekan kerja dalam proses wawancara
Jika kandidat maju ke sesi wawancara kedua (dengan manajer), pastikan Anda menyiapkan penawaran kompetitif guna mengamankan pilihan yang sesuai kualifikasi sebelum mereka menerima peluang lain
5. Sederhanakan proses rekrutmen
Membangun tim yang memiliki keterampilan mumpuni dan mendukung pertumbuhan perusahaan merupakan impian setiap pemimpin. Jika Anda telah berupaya menjalankan proses rekrutmen yang selama ini dilakukan, tetapi belum memperoleh kandidat yang dibutuhkan, maka evaluasi dan sederhanakan proses tersebut.
Anda dan tim perlu menilai:
- Penetapan peran dan kualifikasi
- Penyusunan job description
- Penggunaan platform pencarian kerja
- Penyaringan kandidat
- Pengelolaan sesi wawancara
Proses rekrutmen yang berlarut-larut dapat menyebabkan ketidakpedulian kandidat, sehingga perusahaan akan kehilangan peluang memperoleh tenaga kerja berbakat dan berdedikasi. Anda dan tim perlu menyeimbangkan ketelitian dengan efisiensi untuk mendapatkan kandidat terbaik bagi bisnis.

Leave a Reply