HRPods change management 01

10 Prinsip Change Management dan 5 Jenis Perubahan Organisasi

Cepat atau lambat, sebuah perusahaan akan menghadapi change management. Hasilnya, ada perusahaan yang berhasil menjalankan perubahan, tetapi ada pula yang gagal. Salah satu penyebabnya adalah penerapan change management yang buruk. 

Jika perusahaan tidak berubah, mereka akan kesulitan beradaptasi dengan kondisi pasar saat ini dan tidak relevan dengan pelanggan, sehingga bisnis akan sulit berjalan secara berkesinambungan. Mengingat proses perubahan itu tidak mudah, maka perusahaan wajib merespons perubahan. Sebelum menjalankan change management, pahami terlebih dahulu dasar informasinya. 

Memahami Change Management

Manajemen perubahan atau change management merupakan sistem yang membantu perusahaan untuk mengantisipasi, mempersiapkan, dan menangani setiap perubahan baru yang dapat memengaruhi operasi maupun alur kerja.

Perubahan dapat direncanakan atau tidak direncanakan, tetapi pemimpin harus memiliki strategi change management yang siap dijalankan. Strategi pemimpin dalam menangani perubahan sangat berpengaruhi terhadap pemangku kepentingan perusahaan, termasuk karyawan, klien, hingga bottom line. 

Change management dapat menjadi salah satu inisiatif yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan berinovasi tinggi. Mengapa demikian? Berikut ini alasannya:

1. Kinerja lebih baik

Menurut BCG, bisnis yang fokus pada aspek budaya perubahan lima kali lebih mungkin mencapai kinerja terobosan daripada bisnis yang mengabaikannya.

2. Peningkatan finansial

Studi Towers Watson menyoroti bahwa perusahaan 2,5 kali lebih mungkin mengungguli kinerja finansial rekan mereka ketika praktik manajemen perubahan yang baik telah diterapkan.

3. ROI lebih tinggi

McKinsey mengungkapkan bahwa 143% dari ROI yang diharapkan dicapai oleh organisasi dengan program manajemen perubahan yang efektif. Sementara itu, organisasi dengan sedikit atau tanpa change management hanya mencapai 35% dari ROI yang diharapkan.

4. Anggaran efisien

Prosci menyatakan bahwa 81% proyek yang menerapkan praktik change management yang efektif memenuhi anggaran yang dialokasikan, sementara proyek yang tidak menerapkannya menunjukkan dampak fiskal negatif.

Baca juga: Informasi Dasar tentang Manajemen Perubahan yang Perlu Diketahui HR

5 Jenis Perubahan Organisasi

Perubahan di perusahaan bisa berbentuk atau berukuran macam-macam. Misalnya, merger dan akuisisi, rebranding, pengangkatan CEO baru, atau PHK. Sebelum menentukan jenis perubahan organisasi, Anda perlu memahami ruang lingkupnya agar dapat menerapkan strategi change management

1. Perubahan keseluruhan

Perubahan skala besar yang berdampak pada semua yang ada di perusahaan. Langkah ini memerlukan perencanaan dan strategi yang mendalam untuk memastikan keberhasilan dalam implementasinya.

2. Perubahan transformasional

Perubahan transformasional berfokus pada strategi perusahaan. Perusahaan yang paling mampu menghadapi perubahan cepat di industrinya adalah mereka yang gesit, mudah beradaptasi, dan siap untuk mengubah rencana jika diperlukan.

3. Perubahan SDM

Perubahan sumber daya manusia (SDM) terjadi ketika perusahaan mengalami peralihan spesifik yang memengaruhi ukuran karyawan, seperti pengurangan jumlah atau penambahan jumlah karyawan atau pengunduran diri massal.

4. Perubahan perbaikan

Proses ini terjadi ketika pemimpin memperkenalkan perubahan perbaikan untuk mengatasi masalah spesifik perusahaan, seperti kinerja yang buruk atau ketidakmampuan guna memenuhi target laba. 

5. Perubahan tak terencana

Ini adalah peristiwa yang tidak dapat diprediksi yang memengaruhi alur kerja perusahaan. Cara terbaik bagi pemimpin perubahan untuk menangani kondisi yang tidak terduga ialah memiliki strategi perubahan darurat, sehingga perusahaan dapat memulai lebih awal ketika perubahan terjadi.

Artikel berikutnya: People Management: Keterampilan Wajib Bagi Karyawan Kanmo Group

10 Prinsip Change Management 

Perubahan yang diterapkan terlalu banyak dan terlalu cepat menyebabkan karyawan kewalahan. Peristiwa tersebut akan memiliki konsekuensi yang cukup serius, seperti keterlibatan karyawan sangat rendah atau tingkat pergantian karyawan lebih tinggi. Proses perubahan yang dikelola dengan buruk dapat menyebabkan kinerja perusahaan menurun.

Oleh karena itu, pemimpin bersama manajemen dan tim HR perlu mengerti secara dalam tentang prinsip change manajemen

1. Tangani sisi manusia

Sebagian besar dari perubahan organisasi tentang bagaimana proses ini akan memengaruhi orang-orangnya. Jadi, Anda dan tim harus merancang strategi guna mengelola perubahan sejak dini dan melakukan penyesuaian saat perubahan terjadi. Strategi tersebut dimulai dengan melibatkan tim leadership terlebih dahulu, kemudian beralih ke pemangku kepentingan dan pemimpin utama.

2. Berawal dari atas

Sebelum atau saat perubahan akan terjadi, semua mata akan tertuju pada CEO dan tim kepemimpinan untuk mendapatkan kekuatan, dukungan, dan arahan. Untuk menginspirasi seluruh orang di perusahaan, para pemimpin harus terlebih dahulu mengadopsi strategi baru dari perubahan. 

3. Libatkan setiap lapisan

Inisiatif perubahan bergeser dari penyusunan strategi dan penetapan tujuan, ke penerapan tujuan tersebut. Mengingat inisiatif ini memengaruhi tenaga kerja di berbagai tingkatan, maka Anda dan tim perlu melibatkan karyawan pada semua lapisan. Tugaskan masing-masing pemimpin–tim, divisi, hingga departemen–dalam perancangan dan implementasi, sehingga mereka merasa terlibat dan mengajak anggota timnya menjalankan perubahan tersebut.

4. Sampaikan alasan

Ketika pemimpin dan manajemen mengumumkan perubahan perusahaan, sebaiknya Anda dan tim menyampaikan pula alasan serta pernyataan visi dari hal itu. Secara alami, karyawan akan mencari jawaban atas pertanyaan:

  • Apakah perubahan itu benar-benar diperlukan?
  • Apakah bisnis ini menuju ke arah yang benar?
  • Apakah pemimpin ingin berkomitmen secara pribadi untuk mewujudkan perubahan?

5. Ciptakan dukungan

Inisiatif perubahan membutuhkan pemimpin idealis yang dapat menggalang dukungan karyawan untuk melancarkannya. Jadi, pemimpin utama dan pemimpin di bawahnya harus bersedia menerima tanggung jawab dan mewujudkan perubahan pada semua area di mana mereka memiliki pengaruh atau kendali.

6. Bersiaplah untuk hal tak terduga

Tidak ada inisiatif perubahan yang pernah dilakukan persis seperti yang direncanakan. Dalam prosesnya, ada orang yang bereaksi dengan cara yang tak terduga, hambatan datang silih berganti, dan lingkungan kerja akan berubah. Untuk mengelola perubahan secara efektif, Anda perlu terus-menerus menilai dampaknya dan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi.

7. Komunikasikan pesan secara efektif

Perubahan yang paling efektif akan memperkuat pesan kunci dengan memberikan umpan balik yang tepat waktu, sering, dan membangkitkan semangat serta dapat ditindaklanjuti.

8. Nilai lanskap budaya

Ketika dampak perubahan menyebar ke bawah, konsekuensinya adalah pergantian menjadi lebih cepat dan intens. Oleh karena itu, pemimpin wajib menyadari dan mempertimbangkan budaya dan perilaku di setiap tingkatan perusahaan.

9. Tangani budaya secara eksplisit

Setelah budaya–hasil dari perubahan–terbentuk, perusahaan perlu mengakui secara menyeluruh. Pemimpin harus menjelaskan budaya dan praktik mendasar yang mendukung cara dalam menjalankan bisnis, sehingga kebiasaan baru tetap bertahan. Misalnya, menemukan peluang penghargaan mencontohkan kebiasaan tersebut. 

10. Berbicara kepada karyawan

Perubahan adalah perjalanan organisasi sekaligus pergerakan personal. Dengan demikian, Anda dan tim perlu membangun pembicaraan kepada karyawan tentang bagaimana mereka bereaksi terhadap perubahan serta apa yang mereka lihat dan dengar dalam proses ini. Prinsip ini memerlukan sikap keterbukaan dan transparansi dari pemimpin semua level. 

Tak ada yang mudah dari change management. Bahkan hampir semua orang menganggap perubahan sebagai sesuatu yang mengganggu. Alhasil, kunci dari keberhasilan perubahan manajemen akan terlihat dari keterampilan leadership pemimpin, kejelasan komunikasi dari tujuan, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, strategi yang jelas dan konsisten, serta penanganan dampak yang ditimbulkan dari sisi SDM. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *