Recruitment scam tak hanya merugikan kandidat, ini juga berpengaruh terhadap reputasi perusahaan. Pasalnya, pelaku bisa memanfaatkan nama perusahaan Anda sebagai kedok dalam proses rekrutmen untuk menipu pencari kerja. Kasus recruitment scam banyak terjadi di awal tahun, mereka memanfaatkan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan kandidat yang berusaha mendapatkan pekerjaan baru.
Alasan Recruitment Scam Meningkat
Menurut data terbaru dari Bitdefender’s Antispam Lab, gelombang email rekrutmen palsu sedang aktif beredar ini bertepatan dengan lonjakan perekrutan di awal tahun. Penipuan menyamar sebagai perusahaan dan recruitment agency terkena yang menawarkan wawancara cepat, pengaturan kerja fleksibel, dan akses mudah ke peram yang diinginkan oleh kandidat.
Alasan recruitment scam merajalela adalah:
- Aktivitas rekrutmen di awal tahun meningkat
- Rekrutmen berbasis platform digital
- Rekrutmen jarak jauh dan hibrida mengurangi verifikasi tatap muka
- Ketidakamanan dan persaingan kerja yang meningkatkan rasa takut kehilangan peluang
Para penipu memanfaatkan alasan tersebut dengan menawarkan jaminan daripada pengawasan persetujuan sebelum penilaian. Mereka menjalankan kecepatan daripada proses rekrutmen mengutamakan kerahasiaan dan kehati-hatian.
Biasanya, penipu menggunakan nama perusahaan atau lembaga publik terpercaya untuk meyakinkan targetnya. Misalnya, mereka menyalahgunakan nama perusahaan global, multinasional, perusahaan milik negara, atau lembaga publik.
Di Indonesia pun pernah terjadi hal demikian, di mana penipu membawa nama BUMN dan membuka program rekrutmen bersama yang melibatkan 100 perusahaan milik negara. Namun, Kementerian BUMN mengklarifikasi bahwa hal tersebut adalah rekrutmen palsu.
Baca juga: 6 Tipe Recruitment Fraud & Ciri-cirinya
Kenali 4 Tahapan Penipuan dalam Proses Rekrutmen
Pola penipuan dulu dan kini
Sebagai HR, Anda perlu mengenali pola recruitment scam sehingga Anda dan tim dapat mengantisipasi untuk melindungi reputasi perusahaan sekaligus mencegah pencari kerja terjebak dalam penipuan.
Sebagian besar penipuan mengikuti pola yang familiar guna membangkitkan antusiasme kandidat, yaitu:
- Mengklaim bahwa mereka telah meninjau CV kandidat
- Mendapatkan CV kandidat melalui database mereka di platform pencarian kerja seperti LinkedIn, Jobstreet, atau Indeed meskipun Anda tidak pernah melamar
- Menyatakan target adalah kandidat yang sangat cocok
- Mengonfirmasi wawancara untuk mengamankan slot dan melanjutkan proses
Dulu, penipuan rekrutmen mengirimkan email kepada kandidat dan meminta mereka untuk memesan tiket pesawat atau kereta dan hotel ke suatu kota karena proses wawancara dilakukan di kota tersebut. Pemesanan tiket perjalanan dan hotel dilakukan pada travel agent yang telah ditunjuk oleh mereka.
Kini, pola penipuan rekrutmen bervariasi, mulai dari:
- Menggunakan berbagai bahasa asing
- Proses wawancara sangat minim atau tidak ada sama sekali
- Mengalihkan komunikasi ke WhatsApp, Telegram, atau lainnya
- Mendesak kandidat untuk melakukan sesuatu
Jika kandidat melakukan permintaan penipu, maka akibatnya bisa bermacam-macam, seperti pencurian identitas yang disalahgunakan untuk pinjaman atau judi daring, ada pula yang berusaha membobol rekening kandidat. Karena mereka berusaha mencuri identitas melalui CV dan mendapatkan nomor KTP, nomor telepon, dan nomor BPJS.
Dua kategori penipuan
Masih berdasarkan sumber sama, recruitment scam terbagi menjadi dua kategori:
1. Penipuan rekrutmen kontak langsung
- Pengiriman CV dilakukan ke email yang menggunakan layanan gratis atau email domain tetapi nama domain meniru perusahaan besar
- Balasan email menggunakan bahasa formal yang meniru komunikasi HR
- Petunjuk mengunduh aplikasi atau menghubungi manajer HR yang ditunjuk
- Permintaan pengiriman dokumen, verifikasi identitas, atau biaya
- Permintaan percakapan beralih ke WhatsApp atau Telegram dan berusaha mengekstrak data pribadi
2. Penipuan konfirmasi sekali klik
- Tampilan visual dan logo perusahaan yang menarik
- Detail pekerjaan di job ads sangat minim
- Tersedia tombol confirm interview atau secure my spot
- Arahan ke halaman yang mengumpulkan kredensial atau menyebarkan malware
Terlepas dari kedua format yang terlihat berbeda, tetapi keduanya mengandalkan urgensi, kepercayaan jenama, dan rasa takut akan ketinggalan kesempatan. Seperti yang telah disinggung di atas, ada pula modus tipuan loker yang memanfaatkan nomor telepon Anda untuk kepentingan judi dan/atau pinjaman daring.
Artikel berikutnya: Mengidentifikasi Kandidat Fraud Dalam Rekrutmen
4 Langkah Melindungi Perusahaan dari Recruitment Scam
Jika nama tempat kerja Anda disalahgunakan oleh penipu rekrutmen, tentu, hal ini berdampak terhadap reputasi perusahaan yang dapat meluas sampai kerugian finansial hingga kehilangan kepercayaan dari pelanggan dan masyarakat. Oleh sebab itu, Anda dan tim perlu melakukan pencegahan agar terhindar dari penipuan, caranya antara lain:
1. Latih tim HR tangani penipuan
Berikan tim Anda berupa pelatihan menangani recruitment scam agar mereka lebih jeli mengamati pengunggah job posting, memperhatikan detail terkecil di platform pencarian kerja, dan bertindak jika mereka menemukan sesuatu yang tidak beres. Pelatihan ini berisi tentang cara mendeteksi penipuan, wawancara kerja yang menggunakan AI, serta mendeteksi deepfake AI.
2. Buat pengumuman
Mengingat teknologi HR telah menghasilkan efisiensi dalam proses rekrutmen hingga pengelolaan sumber daya manusia (SDM), maka Anda dan tim perlu membuat pengumuman di laman dan akun media sosial perusahaan.
Umumkan bahwa perusahaan tidak melakukan rekrutmen. Ketika perusahaan membutuhkan karyawan, mereka akan mengumumkan dan memproses melalui laman perusahaan dan/atau situs pencarian kerja, seperti LinkedIn dan Jobstreet.
3. Lakukan wawancara tatap muka atau melalui kamera
Untuk menumbuhkan kepercayaan pada kandidat, sebaiknya Anda melakukan wawancara tatap muka di kantor Anda. Ini adalah cara terbaik memverifikasi identitas, mengajukan pertanyaan, dan memperhatikan isyarat nonverbal.
Jika tidak memungkinkan, Anda dapat melakukan wawancara virtual dengan kamera terbuka, sehingga ada interaksi manusia di dalamnya. Sebelum hari H, informasikan kepada kandidat untuk mengetes jaringan internet, membuat latar belakang bersih, pencahayaan yang baik untuk meminimalkan insiden deepfake AI.
4. Pastikan background check
Penyaringan CV melalui applicant tracking system (ATS), berbicara langsung dengan kandidat, dan memberikan skill test belumlah cukup untuk menerimanya sebagai karyawan baru. Sebelum menerimanya, pastikan Anda telah menjalankan background check terhadap kandidat.
Anda dapat mengecek dengan:
- Menghubungi HR atau atasan mereka di kantor sebelumnya
- Melihat akun LinkedIn atau kehadiran digital mereka
- Memverifikasi ijazah melalui laman PDDikti
Pada beberapa posisi dan perusahaan, mereka akan mengecek skor kredit kandidat karena posisinya cukup penting dalam mengelola keuangan. Namun, ada pula perusahaan yang memverifikasi informasi CV atau LinkedIn dengan ijazah untuk mengetahui kejujuran kandidat.
Artikel terkait: 7 Manfaat Background Checking Bagi Perusahaan
Proses rekrutmen yang jelas dan menyeluruh akan membantu perusahaan menarik kandidat terbaik serta menghindari kesalahan rekrutmen yang mahal.
Namun, bila waktu Anda terbatas melakukan semua proses rekrutmen tersebut, manfaatkan recruitment agency untuk menemukan calon karyawan yang sesuai kebutuhan bisnis sekaligus mengetahui lanskap pasar tenaga kerja terbaru.

Leave a Reply