HRPods keinginan karyawan dari pemimpin

Keinginan Karyawan Dari Pemimpin Membutuhkan 3 Pilar Ini

Apakah Anda mengetahui keinginan karyawan dari pemimpinnya? Adakah keluhan dari karyawan tentang atasan atau sebaliknya? Apakah pemimpin memahami semua anggota timnya? Di bawah ini terdapat laporan dari Gallup berupa Global Leadership Report: What Followers Want yang dapat Anda dan tim pelajari untuk mendorong kesuksesan perusahaan. 

Keinginan Karyawan Dari Pemimpin: Hal Universal dari Harapan

Dalam penelitian Gallup kepada 72,439 responden di 52 negara, terdapat dua pertanyaan yang harus mereka jawab:

  • Pemimpin mana yang memiliki pengaruh paling positif dalam kehidupan Anda sehari-hari?
  • Sebutkan tiga kata yang paling tepat menggambarkan kontribusi pemimpin ini dalam hidup Anda?

Kata-kata yang digunakan responden untuk menggambarkan pemimpin paling positif dalam hidup mereka terbagi dalam empat sifat kepemimpinan, yaitu:

  • 56% hope (harapan) 
  • 33% trust (kepercayaan)  
  • 7% compassion (kasih sayang)
  • 4% stability 

Dengan kata lain, harapan adalah penggambaran dominan tentang pemimpin positif dari kacamata karyawan. Bahkan angka tersebut melampaui sisi kepercayaan. Meski ada beberapa sifat yang muncul, tetapi harapan adalah pilihan tertinggi dari responden. Inilah yang disebut harapan adalah hal universal, di mana keinginan karyawan dari pemimpinnya. 

Referensi artikel: 4 Keterampilan Digital yang Harus Dikuasai oleh HR

Hubungan antara Kepemimpinan dan Kesejahteraan Karyawan

Disadari atau tidak, terdapat hubungan antara penilaian responden terhadap sifat kepemimpinan yang positif dengan kehidupan karyawan. Dari laporan memperlihatkan bahwa pemimpin yang memiliki:

  • Hope: 38% karyawan sejahtera, 56% berjuang, dan 6% menderita
  • Hope and trust: 37% karyawan sejahtera, 57% berjuang, dan 6% menderita
  • Hope, trust, and compassion: 39% karyawan sejahtera, 57% berjuang, dan 4% menderita
  • Hope, trust, and stability: 43% karyawan sejahtera, 53% berjuang, dan 4% menderita
  • No hope: 33% karyawan sejahtera, 58% berjuang, dan 9% menderita

Responden yang memiliki pemimpin yang memberikan kepercayaan dan harapan memiliki kemungkinan yang sama untuk berkembang seperti mereka yang memiliki pemimpin yang hanya memberikan harapan. Namun, ketika harapan ​​dikombinasikan dengan kepercayaan dan kasih sayang atau stabilitas, tingkat keberhasilan akan lebih meningkat.

Dari hasil di atas diketahui bahwa jika menginginkan karyawan produktif dan sejahtera, perusahaan atau pemimpin jangan hanya memberikan harapan, meski hal ini adalah kebutuhan mendasar. Pemimpin juga harus fokus pada stabilitas–seperti kejelasan sistem dan keamanan kerja–serta compassion berupa empati.

Di sisi lain, data menunjukkan bahwa kepemimpinan berhubungan kesejahteraan karyawan–atau masyarakat jika dilihat dari warga negara–dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi beberapa kebutuhan mereka. 

Sekilas, angka menderita turun tipis ketika harapan, kepercayaan, dan kasih sayang atau stabilitas hadir. Poin yang perlu diingat adalah penurunan penderitaan yang “kecil” kurang berarti, tetapi bagi orang-orang yang mengalaminya dampaknya sangat signifikan. 

Baca juga: Pemimpin Terbaik Burnout: Ketahui Penyebab dan Solusinya

Apa Arti Hal Ini bagi Pemimpin? 3 Pilar Untuk Meraih Kesuksesan 

Pemimpin terbaik—berlaku pada negara, perusahaan, atau kelompok lainnya—selalu mempertimbangkan anggota atau karyawan mereka saat mengambil keputusan. Tanpa mereka, pemimpin yang paling cakap pun tidak memiliki pengaruh yang sesungguhnya.

Jadi, kepemimpinan yang hebat tidak hanya ditentukan oleh otoritas semata, tetapi seberapa besar kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh orang-orang yang mengikutinya. 

Di dunia yang berubah dengan cepat akibat kemajuan teknologi dan ketidakpastian geopolitik, pemimpin “ditakdirkan” untuk memimpin di masa depan. Ia juga harus menghadapi banyak tantangan besar, seperti perkembangan terkini dalam artificial intelligence (AI).

Untuk menghadapi tantangan dan berhasil menemukan solusi pada zaman yang terus berkembang, pemimpin harus mengetahui tiga pilar untuk meraih kesuksesan. Hal ini juga menjadi keinginan karyawan dari pemimpinnya.  

1) Pemimpin harus memahami kebutuhan anggotanya

Kebutuhan tersebut ialah harapan, kepercayaan, kasih sayang, dan stabilitas, meskipun tidak semua pemimpin secara alami akan memenuhi keempat kebutuhan tersebut. Memahami kebutuhan anggota berarti investasi jangka panjang, bukan beban kerja tambahan. Langkah yang bisa dilakukan oleh pemimpin:

  1. Harapan: Memberikan arah di tengah ketidakpastian, karena tanpa harapan, tim akan kehilangan motivasi untuk berinovasi
  2. Kepercayaan: Menjadi pondasi di mana integritas ditegakkan, karena tanpa kepercayaan, kolaborasi hanya akan menjadi transaksi formal tanpa esensi
  3. Kasih sayang: Menunjukkan empati bahwa setiap anggota adalah manusia, bukan sekadar unit produktivitas, sehingga menciptakan rasa memiliki yang tinggi
  4. Stabilitas: Memberikan rasa aman di dunia yang penuh gejolak dan menjadi penjaga lantai agar tidak goyang sehingga tim tetap fokus bekerja
Artikel selanjutnya: 4 Kiat Mengubah Change Management Menjadi Pengembangan Personal

2) Pemimpin perlu mengenal diri

Ya, keinginan karyawan dari pemimpin adalah ia mengenali diri sendiri untuk mengeluarkan versi terbaiknya dan orang-orang di bawahnya. Ia tidak menjadi orang lain. Upaya yang dapat ditempuh seperti:

  • Transformasi bakat menjadi kekuatan: Bakat adalah potensi alami, tetapi tanpa pengetahuan dan keterampilan, ia tetap mentah, sehingga pemimpin harus berinvestasi pada pengembangan bakat agar menjadi kekuatan yang sulit ditiru
  • Gaya kepemimpinan unik: Tidak ada satu gaya yang cocok untuk semua, maka saat seorang pemimpin menemukan “suara” uniknya, ia akan memimpin dengan lebih jujur dan tanpa beban
  • Efek domino produktivitas: Ketika pemimpin beroperasi di zona kekuatannya, ia secara otomatis menginspirasi anggotanya untuk melakukan hal yang sama, lalu hal ini menciptakan ekosistem kerja di mana setiap orang merasa dihargai karena keunikan, bukan sekadar karena kepatuhan mereka

3) Pemimpin harus memiliki pemahaman mendalam

Pemimpin harus memiliki pemahaman mendalam tentang tuntutan peran spesifik dan harapan yang melekat padanya. Bila mampu memahami hal tersebut, ia akan mencapai kesuksesan, terlepas dari peran, perusahaan, atau industri tempat kerjanya. Oleh sebab itu, pemimpin memerlukan penyelarasan strategis antara peran dan harapan, yakni:

  • Navigasi kontekstual: Pemimpin harus mempunyai pemahaman mendalam tentang tuntutan peran yang berhubungan dengan keputusan yang relevan, seperti cara memimpin di perusahaan teknologi berbeda dengan di industri manufaktur
  • Sinergi tim dan tujuan perusahaan: Pemimpin terbaik harus mampu menyatukan tim menjadi satu kekuatan yang mendorong tujuan perusahaan dan arah bisnis berdasarkan harapan pemangku kebijakan

Ketiga pilar di atas mampu menciptakan hasil bisnis optimal, bahkan mencapai target perusahaan. Selain itu, pemimpin yang bisa merespons keinginan karyawan akan meninggalkan warisan berupa manusia yang tumbuh lebih baik di bawah kepemimpinannya. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *