Peoplyee Mengubah change management menjadi pengembangan personal

4 Kiat Mengubah Change Management Menjadi Pengembangan Personal

Mengubah change management menjadi pengembangan personal, mungkinkah?

Tak sedikit karyawan yang memandang bahwa change management adalah tanggung jawab pemimpin dan jajarannya. Pandangan ini terjadi karena perusahaan kurang mampu mengomunikasikan latar belakang dan tujuan perubahan manajemen kepada karyawan atau mereka pesimis terhadap perubahan karena perusahaan telah melakukannya beberapa kali dan gagal. 

Change management bisa berbentuk adopsi sistem teknologi baru, reskilling dan upskilling karyawan terhadap transformasi digital, atau penyelarasan budaya perusahaan setelah merger and acquisition. Mengingat perubahan adalah hal konstan, maka perusahaan perlu mengimbangi hal tersebut dengan strategi yang mendukung pengembangan karyawan. 

Apa Itu Change Management?

Change management adalah pendekatan terstruktur untuk memastikan bahwa perubahan di dalam organisasi diimplementasikan secara lancar dan menghasilkan manfaat jangka panjang. Ini bukan hanya soal mengganti sistem perangkat lunak, juga membimbing mereka melalui transisi perubahan. 

Dengan change management, perusahaan memiliki panduan untuk melakukan transisi, seperti memperbarui alur kerja, memperkenalkan teknologi baru, atau mengubah tujuan bisnis. Fokus dalam hal ini adalah:

  • Mempersiapkan dan mendukung karyawan
  • Meluncurkan perubahan secara terstruktur
  • Memantau kemajuan guna memastikan perubahan berjalan dengan baik 

Untuk mendukung change management, perusahaan perlu menyentuh sisi psikologis karyawan–selain menjalankan rencana perubahan dengan baik–karena pada dasarnya, ini merupakan manajemen emosi dan ekspektasi manusia agar selaras dengan arah baru perusahaan. 

Di lingkungan kerja, karyawan lebih terbuka terhadap perubahan ketika mereka merasa didukung, didengar, dan dibekali alasan perubahan. Kejelasan tersebut memudahkan bisnis—dan para karyawan—untuk bergerak maju bersama.

Jadi, manajemen perubahan bukan pengumuman sekali saja, juga :

  • Menjelaskan tujuan di balik perubahan
  • Menerapkan perubahan secara bertahap
  • Melibatkan pemangku kepentingan di semua tingkatan
  • Berkoordinasi dengan karyawan 
  • Mengumpulkan umpan balik dan mendengarkan kekhawatiran
  • Melakukan penyesuaian sepanjang proses
  • Memberikan pelatihan dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh karyawan untuk beradaptasi dengan perubahan 
Baca juga: 10 Prinsip Change Management dan 5 Jenis Perubahan Organisasi

4 Kiat Tim HR Mengubah Change Management Menjadi Pengembangan Personal 

Sebagai arsitek pertumbuhan pengusahaan sekaligus pengelola sumber daya manusia (SDM) andal, tim HR dapat memberikan pemahaman kepada karyawan bahwa change management tak sekadar bermanfaat bagi perusahaan. Perubahan tersebut juga berguna pada sisi karyawan, karena mereka berkesempatan mengembangkan diri. Berikut ini kiat mengubah transisi organisasi menjadi katalis bagi karyawan: 

1. Selaraskan tujuan perusahaan terhadap individu

Jangan mengabaikan karyawan yang bertanya, “What’s in it for me?” atau “Apa untungnya buat saya?” terhadap manajemen perubahan. Bila pihak perusahaan tidak bisa menjawabnya, maka ada kemungkinan perusahaan gagal melakukan perubahan tersebut. 

Jadi, tim HR harus mampu menerjemahkan tujuan perusahaan ke dalam keuntungan karyawan. Misalnya, jika perusahaan beralih ke otomatisasi, Anda sebagai perwakilan tim HR perlu menunjukkan bahwa perubahan tersebut sebagai kesempatan bagi mereka untuk belajar keterampilan baru dan meninggalkan tugas administratif yang membosankan. 

2. Analisis kesenjangan keterampilan 

Setiap perubahan membawa kebutuhan terhadap keterampilan baru. Dalam hal ini, tim HR membantu karyawan melihat perubahan sebagai audit keterampilan personal. Misalnya, mengidentifikasi apa yang belum diketahui oleh karyawan dan/atau memberikan peta jalan untuk meningkatkan nilai pasar mereka sebagai profesional. 

3. Bangun growth mindset 

Mengubah change management menjadi pengembangan personal dapat dilakukan dengan membangun growth mindset. Caranya, ketika Anda dan tim mengadakan pelatihan selama masa perubahan, dorong manajer untuk membangun growth mindset karyawan. Tekankan bahwa langkah ini akan menjadi investasi portofolio. Mereka juga akan mengasah resiliensi dan adaptabilitas terhadap hal baru. 

4. Menciptakan change champions

Tim HR dapat mengidentifikasi karyawan yang memiliki pengaruh dan memberikan mereka tanggung jawab memimpin perubahan di unit terkecil. Ini adalah upaya change champions dengan membentuk pengembangan kepemimpinan secara praktis. Dengan menjadi agen change champions, karyawan belajar cara mengelola konflik, melakukan persuasi, dan memimpin tim saat masa krisis.

Artikel selanjutnya: Cek, Definisi Dan Contoh Manajemen Perubahan

Panduan Tim HR Mengelola Change Management 

Untuk memastikan proses pengembangan personal–tentu bermuara dari change management–tidak  sekadar pemanis di atas kertas, maka Anda dan tim perlu memiliki panduan do’s and dont’s. Panduan ini tak hanya bagi tim Anda, juga manajer agar dapat mengelola anggota timnya. 

Do’s 

  1. Komunikasi transparan: jelaskan alasan perubahan terjadi dan bangun kepercayaan untuk mengurangi kecemasan karyawan
  2. Dengarkan masukan: berikan ruang kepada karyawan untuk menyuarakan kekhawatiran mereka, sehingga mereka merasa didengar dan lebih mudah beradaptasi 
  3. Berikan mentorship: pasangkan karyawan yang mahir dengan mereka yang sedang belajar, hal ini mempercepat proses upskilling
  4. Rayakan kemenangan kecil: mengingat perubahan besar butuh waktu, maka menghargai progres kecil akan memotivasi pengembangan diri tetap terjaga

Dont’s 

  1. Memaksakan perubahan tanpa konteks: mengatakan “Ini adalah aturan yang harus kalian lakukan” adalah cara tercepat untuk mematikan motivasi karyawan, maka Anda harus menyertakan konteks change management menjadi pengembangan karier
  2. Jangan mengabaikan sisi mental: apa pun perubahannya, hal itu melelahkan secara fisik dan mental, maka perusahaan yang mengabaikan aspek mental karyawan hanya akan menyebabkan burnout massal
  3. Menutup umpan balik: tidak mendengarkan atau menghalangi karyawan memberikan umpan balik akan membuat mereka akan berhenti berkembang bagi diri mereka dan perusahaan 

Karyawan tak lagi melihat gaji yang diberikan oleh perusahaan, mereka juga memperhatikan perusahaan yang membantu mereka tumbuh dan berkembang. Untuk merespons poin tersebut, tim HR perlu menyoroti bagaimana proses perubahan manajemen menjadi kursus singkat mereka guna meningkatkan keterampilan sekaligus belajar kembali untuk mendukung pencapaian profesional. 

Perubahan memang tidak bisa dihindari, tetapi ini dapat melahirkan pemimpin baru atau menghancurkan semangat tim. Itu sepenuhnya ada di tangan manajemen. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *