Dalam ekosistem bisnis modern yang serba cepat, perusahaan saat ini tak hanya mengandalkan HR sebagai fungsi pendukung, juga bertindak sebagai penggerak strategis pertumbuhan. Tak heran jika tim HR yang awalnya berfokus pada pengelolaan karyawan dengan human resources management menjadi pemberdayaan karyawan dengan human capital management.
Human capital management akan menyelaraskan individu, proses, dan teknologi untuk menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan. Dengan manajemen ini, mereka akan lebih terlibat dan lincah menjalani perubahan.
Untuk meningkatkan produktivitas, perusahaan perlu mengoptimalkan human capital management guna mempertahankan serta melahirkan karyawan terbaik dan meningkatkan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Memahami Human Capital Management
Human capital management merupakan serangkaian praktik dan alat yang digunakan oleh perusahaan untuk merekrut, mengelola, mengembangkan, dan mengoptimalkan karyawan guna memberikan nilai maksimal bagi perusahaan.
Berbeda dengan manajemen HR tradisional, human capital management (HCM) memandang karyawan sebagai modal (capital) yang bernilai dan dapat ditingkatkan melalui investasi yang tepat dalam pelatihan, kesehatan, dan pengembangan karier. Ketika strategi ini dioptimalkan dengan baik, perusahaan akan merasakan dampak yang signifikan:
- Automasi tugas rutin seperti penggajian dan administrasi cuti menghemat waktu tim HR
- Retensi karyawan meningkat, karena jalur karier jelas dan lingkungan kerja yang mendukung
- Tenaga kerja yang terlatih dan produktif berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan (return on investment)
- Perusahaan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan pasar atau krisis dengan keputusan berbasis data
Baca juga: Tugas Dan Peran Human Capital Management
5 Hal Mengoptimalkan Human Capital Management
1. Integrasi sistem
Langkah pertama dalam mengoptimalkan HCM adalah dengan mengadopsi teknologi yang terintegrasi. Banyak perusahaan masih menggunakan sistem terpisah, seperti presensi kehadiran karyawan, penghitungan penggajian, dan evaluasi kinerja. Hal tersebut menciptakan silo data yang menghambat efisiensi.
Untuk mengoptimalkan sistem yang terintegrasi, perusahaan perlu menggunakan solusi perangkat lunak HCM berbasis cloud. Solusi itu akan menyatukan rekrutmen, onboarding, payroll, dan performance management dalam satu dasbor. Pastikan pula sistem dapat diakses melalui perangkat seluler, sehingga karyawan dapat mengelola proses administrasi mereka. Contohnya, mengisi presensi tepat waktu, mengakses slip gaji, mengajukan cuti, hingga mengikuti pelatihan dari mana saja.
2. Fokus employee experience
Optimalisasi HCM tidak akan berhasil tanpa fokus pada employee experience. Pasalnya, karyawan yang merasa didukung dan dihargai cenderung memiliki produktivitas lebih tinggi.
Jadi, perusahaan perlu memberikan otonomi kepada karyawan untuk mengisi data data pribadi secara mandiri, sehingga memberdayakan mereka sekaligus mengurangi beban administrasi tim HR. Perusahaan dapat membuat jalur karier karyawan yang dipersonalisasi, sembari merekomendasikan program pelatihan yang relevan dengan minat dan potensi masing-masing individu.
3. Berorientasi people analytics
Dalam HCM, tim akan memiliki beragam data yang dapat digunakan untuk memprediksi tren. Misalnya, tingkat turnover, bulan tertentu karyawan banyak mengundurkan diri, atau memantau kinerja real-time. Berbekal hal tersebut, tim HR maupun manajemen dapat mengambil keputusan berdasarkan data. Data objektif membantu manajemen melakukan intervensi sebelum karyawan terbaik mengundurkan diri atau memberikan umpan balik yang lebih membangun.
Artikel selanjutnya: Human Resource: Di Sisi Karyawan Atau Perusahaan?
4. Keamanan data dan compliance
Mengingat data karyawan memuat informasi sensitif, maka HCM wajib memastikan keamanannya. Dalam pemilihan vendor HCM, manajemen perlu memperhatikan standar keamanan internasional seperti ISO 27001, menerapkan kontrol akses kepada segelintir orang yang berkepentingan, serta memastikan sistem sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan dan perpajakan.
5. Mendorong budaya pembelajaran
Mengingat investasi kepada manusia adalah inti dari HCM, maka perusahaan mendorong budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Caranya, dorong manajer memberikan umpan balik konstruktif kepada anggota timnya, begitu juga sebaliknya, dan dilakukan secara berkala. Ini berguna untuk menjaga komunikasi serta memperbaiki proses internal secara berkelanjutan. Jika perusahaan memiliki learning management system (LMS), Anda dapat mengintegrasikannya ke sistem HCM agar karyawan bisa menjalani kursus daring, webinar, dan program sertifikasi secara daring.
Ya, human capital management dapat mengoptimalkan investasi karyawan, tetapi Anda dan tim akan tetap menjumpai tantangan. Misalnya, penolakan karyawan terhadap teknologi baru atau keterbatasan anggaran. Untuk mengatasinya, manajemen harus menunjukkan komitmen penuh dan memberikan pelatihan yang memadai bagi seluruh karyawan agar mereka merasa nyaman dengan sistem baru.
Kedepannya, HCM akan dipengaruhi oleh artificial intelligence untuk personalisasi talent management. Oleh karena itu, membangun fondasi HCM yang kuat hari ini adalah investasi terbaik untuk masa depan bisnis.

Leave a Reply