Apakah Anda yakin telah menjalankan proses rekrutmen efisien? Tak hanya efisien menurut perusahaan, juga dari sisi kandidat.
Ya, di tengah pertumbuhan ekonomi yang berjalan lambat, begitu pula dengan kebutuhan tenaga kerja. Namun, bila perusahaan memerlukan tenaga kerja, Anda sebagai tim HR atau perekrut harus melakukannya dengan cermat guna memperoleh kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Proses rekrutmen yang panjang dan rumit akan memerlukan banyak sumber daya, sehingga kurang pas bagi perusahaan dengan tim HR kecil.
Seberapa Efisien Proses Rekrutmen di Perusahaan Anda?
Berdasarkan KBBI daring, efisien berarti tepat atau sesuai menghasilkan sesuatu atau mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat. Efisien juga merujuk hal yang tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan biaya.
Berdasarkan Harvard Business Review, proses rekrutmen yang terlalu birokratis membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar. Tak hanya itu, perekrut juga mengeluarkan tenaga lebih banyak, karena ia akan menghadapi beragam hal, mulai dari beberapa tahap rekrutmen, kandidat menghilang tanpa kabar, hingga calon karyawan yang telah menerima offering letter mengundurkan diri, padahal mengisi satu posisi tidaklah mudah.
Menurut Tiffanie Ross, Direktur Senior AIRS, proses rekrutmen efisien kerap berasal dari sisi perusahaan. Pasalnya, langkah tersebut dapat merampingkan proses, mengendalikan biaya, dan membuat keputusan perekrutan lebih baik.
Namun, ini pun bisa dipandang dari sisi kandidat. Mereka menginginkan proses rekrutmen yang tidak bertele-tele, mencerminkan employee value proposition, hingga menunjukkan faktor pada komunikasi dan transparansi dalam segala hal, mulai dari job description hingga kejelasan kompensasi dan benefit. Dengan demikian, kandidat memiliki pengalaman positif dengan perusahaan, di luar keputusan akhir rekrutmen.
Jika perusahaan mengabaikan fokus kandidat, maka itu mencerminkan masalah di dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, Anda dan tim membutuhkan data untuk mengefisienkan waktu, biayan, hingga tenaga dalam proses pencarian tenaga kerja baru.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa proses rekrutmen efektif bukan sekadar gimmick, melainkan keharusan yang dilakukan oleh perusahaan demi mendapatkan individu terbaik sekaligus mengelola finansial dengan efektif.
Baca juga: Panduan 2026: Daftar Gaji Karyawan di Berbagai Industri
7 Kiat Memulai Proses Rekrutmen Efisien
Untuk memulai proses ini, Anda dan tim perlu meluangkan waktu dan melibatkan beberapa pihak. Kiat yang memerlukan perhatian tim yakni:
1. Identifikasi proses
Tak ada jalur cepat untuk mengubah cara baru selain mengidentifikasi proses lama. Tim HR atau perekrut perlu menganalisis proses yang telah dilakukan, seperti apakah proses telah berjalan efisien atau memerlukan waktu lama, definisikan waktu lama atau cepat menurut tim, apa saja langkah yang tidak efektif, apakah cara atau media mendapatkan kandidat telah sesuai, atau apakah ada tumpang tindih dalam pengambilan keputusan.
2. Dapatkan umpan balik
Anda dan tim perlu memperoleh umpan balik dari kandidat dan hiring manager untuk mengetahui proses yang efisien. Apa pun umpan baliknya, catat sebagai bahan pertimbangan mengubah atau menyesuaikan proses rekrutmen. Misalnya, catat hambatan dalam proses rekrutmen, saran dalam employee referral, penyaringan kandidat kurang sesuai dengan job description, penjadwalan wawancara kerja kerap gagal karena kandidat memiliki proses lain atau tidak disiplin dalam background checking.
3. Fokus pada job description
Menyertakan detail di job description yang tidak perlu, seperti sertifikasi pelatihan atau profesi, terkadang mempersempit peluang kandidat potensial. Akibatnya, Anda harus memperpanjang pencarian kandidat, sehingga ini akan menghabiskan waktu dan tenaga serta kesulitan merekrut tim beragam yang berguna bagi bisnis. Sebaiknya, Anda dan manajer berdiskusi untuk memperbaiki job description guna meningkatkan cakupan dan kualitas pelamar.
Artikel selanjutnya: Job Description Efektif: Struktur, Contoh, & Tip Membuatnya
4. Sederhanakan sesi wawancara
Tim HR atau perekrut harus berkolaborasi dengan manajer untuk menyederhanakan sesi wawancara kerja, seperti dua kali wawancara. Di sini, Anda perlu membuat persona dan templat evaluasi kandidat, lalu menyusun pertanyaan yang mengarah pada kualitas yang dibutuhkan oleh bisnis. Misalnya, jika menginginkan account executive yang agresif dalam penjualan, maka tanyakan kepada kandidat saat mereka berjuang mendapatkan apa yang diinginkan di dunia profesional.
Dalam sesi ini, Anda bisa menjelaskan tentang job description sekaligus budaya dan peraturan perusahaan yang berhubungan dengan implementasi pekerjaan. Dengan hal ini, mereka memiliki gambaran apakah cocok bekerja di tempat Anda.
5. Prioritaskan komunikasi
Apa pun teknologi rekrutmen yang digunakan, Anda harus memprioritaskan komunikasi kepada calon karyawan. Langkah ini membuat mereka tidak menjauh dari perusahaan Anda dan beralih ke perusahaan lain.
Tetaplah berhubungan dengan kandidat selama proses, bahkan sekadar menanyakan kabar. Mereka yang belum mendengar kabar dari Anda dalam beberapa waktu akan melanjutkan proses dengan pihak lain. Tak ada salahnya untuk menjaga hubungan baik dengan mereka guna memiliki kumpulan kandidat terbaik.
6. Bangun reputasi perusahaan
Sebelum kandidat melamar atau mendatangi perusahaan dalam wawancara kerja, mereka akan menggali informasi tentang perusahaan tersebut. Mulai dari membaca halaman profil di website perusahaan, media sosial, reviu karyawan dan mantan karyawan di platform pencarian kerja, hingga berita terkini tentang perusahaan.
Dari hal tersebut, Anda dan tim perlu membangun reputasi perusahaan dengan memperhatikan media-media tersebut. Misalnya, membenahi laman website, menampilkan kegiatan karyawan di media sosial, dan memperbaiki budaya kerja.
7. Pertimbangkan hal lain
Bila perusahaan ingin lebih mengefisienkan proses rekrutmen, Anda dapat mempertimbangkan recruitment agency atau headhunter. Layanan dari headhunter akan mencocokkan kebutuhan karyawan terhadap bisnis, menjadwalkan wawancara kerja, menjembatani negosiasi, hingga melakukan background checking.
Anda dapat menghubungi recruitment advisor dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan proses rekrutmen. Dengan bantuan mereka, Anda dapat lebih fokus kepada kandidat berpotensi serta membangun budaya perusahaan. Mengutamakan efisiensi tak lepas dari upaya memperbaiki budaya internal, lalu mengomunikasikannya ke pihak luar, sehingga terdapat peningkatan dalam proses rekrutmen.

Leave a Reply