HRPods & HR Asia-Sinarmas Agri 01

Sinarmas Agri: Tanamkan Budaya Perbaikan sebagai Kunci Berkelanjutan

Di tengah dinamika industri agribisnis yang semakin kompetitif, Sinar Mas Agribusiness and Food (Sinarmas Agri) terus-menerus kualitas sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, mereka adalah salah satu penggerak utama bisnis sehingga memerlukan peningkatan keterampilan sekaligus kompetensi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, perusahaan mentransformasi setiap individu menjadi agen inovasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Simak penjelasan CHRO Golden Agri Resources Marcus Budimulia kepada HRPods tentang langkah perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan SDM, Jumat, 19 Desember 2025, melalui korespondensi.

Peningkatan Kinerja dalam Praktik Harian

Bagi Sinarmas Agri, peningkatan berkelanjutan bukanlah sebuah proyek musiman, melainkan bagian dari DNA kerja sehari-hari. Perusahaan menciptakan ekosistem yang mendorong karyawan untuk menjunjung standar tinggi dalam setiap aspek. Mulai dari kualitas hasil kerja, keselamatan kerja, hingga efisiensi operasional.

Menurut Marcus, salah satu keunikan strategi Sinarmas Agri adalah pendekatan interaktif melalui gamifikasi untuk memperkuat budaya kompetisi yang sehat. Bentuk dari pendekatan tersebut yaitu perusahaan menyelenggarakan berbagai lomba di tingkat lokal hingga nasional dengan sistem penghargaan yang menarik.

Tak lupa, Marcus dan tim mendorong karyawan untuk berbagi praktik atau kiat kerja yang dilakukan secara intensif, baik melalui kanal daring maupun pertemuan langsung. Hal ini bertujuan agar pencapaian satu departemen atau unit kerja dapat menjadi inspirasi dan tolok ukur karyawan lainnya lainnya.

Implementasi Sinar Mas Care Do Win Culture Pada Setiap Fungsi Pengelolaan Karyawan

Penyelarasan strategi L&D terhadap nilai perusahaan

Strategi learning and development (L&D) di Sinarmas Agri dirancang komprehensif untuk mencakup karyawan pada semua tingkatan. Setiap program L&D yang dijalankan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis (hard skill), juga penguatan keterampilan nonteknis (soft skill) dan kapabilitas kepemimpinan.

“Kami menawarkan berbagai program yang diakui oleh penghargaan eksternal seperti Brandon Hall Group,” jelas Marcus.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan mengadopsi metode pembelajaran hibrida yang fleksibel—menggabungkan sesi tatap muka dan daring—bekerja sama dengan penyedia layanan pelatihan terkemuka. Dari materi pelatihan, mereka dapat diimplementasikan dalam pekerjaan, karena perusahaan juga mengintegrasikan teknologi ke dalam budaya kerja. Integrasi tersebut dilakukan melalui berbagai jalur, seperti gugus tugas proyek khusus maupun kompetisi berbasis gamifikasi.

Hasilnya, karyawan dapat menyalurkan ide kreatif dan memanfaatkan artificial intelligence (AI), sehingga melahirkan inovasi dalam produk atau layanan kepada pelanggan. Di sini terlihat bahwa perusahaan mendorong karyawan untuk berani bereksperimen dengan teknologi baru yang relevan dengan bisnis.

Seluruh strategi di atas adalah penyelarasan dengan Care Do Win Culture. Ini adalah sebuah nilai perusahaan yang menekankan pada akuntabilitas, rasa kepemilikan (ownership), serta kemampuan beradaptasi. Alhasil, setiap pemimpin yang lahir dari sistem ini memiliki pola pikir yang selaras dengan visi dan misi jangka panjang perusahaan.

Pengukuran keberhasilan berbasis kinerja

Investasi besar pada pengembangan SDM tentu memerlukan sistem pengukuran yang akurat. Sinarmas Agri mengukur keberhasilan program L&D bukan sekadar dari tingkat kehadiran, melainkan perubahan perilaku dan performa di lapangan. Evaluasi mencakup efektivitas kepemimpinan, soliditas kerja sama tim, hingga kualitas pengambilan keputusan.

Secara teknis, desain program L&D perusahaan mengikuti Taksonomi Bloom.

Pendekatan ini memastikan pengembangan kemampuan karyawan terjadi secara progresif, mulai dari tingkat pemahaman dasar, kemampuan penerapan, hingga kemampuan berpikir tingkat tinggi guna memecahkan masalah kompleks. Keberhasilan ini kemudian dipantau secara berkala melalui kinerja, umpan balik, serta evaluasi yang transparan.

Di samping itu, tim HR akan melakukan engagement survey secara berkala. Fungsinya untuk memastikan suara karyawan didengar, baik tentang proses kerja, program L&D, urusan administrasi, hingga kebijakan perusahaan. Langkah ini akan dijadikan oleh tim sebagai dasar perbaikan berkelanjutan agar memperkuat posisi Sinarmas Agri sebagai tempat kerja terbaik di industri.

Strategi Retensi Karyawan Terbaik dan Menarik Kandidat Terbaik

Dari pemantauan kinerja, tim HR dapat menilai karyawan berpengalaman dan berpotensi, mereka yang berkinerja tinggi, atau mereka yang masih membutuhkan pelatihan. Selanjutnya, tim akan berupaya mempertahankan karyawan terbaik sesuai kebutuhan bisnis sekaligus menarik kandidat muda.

Marcus menambahkan bahwa perusahaan memahami kebutuhan tenaga kerja terkini. Perusahaan tak sekadar menawarkan kompensasi finansial, juga nonfinansial berupa penghargaan, apresiasi terbuka melalui media daring, dan pertemuan umum.

“Karyawan saat ini menghargai pekerjaan yang bermakna, peluang pertumbuhan, dan rasa tujuan yang kuat.”

Bagi lulusan baru, perusahaan akan menawarkan pekerjaan yang menambah pengalaman dalam menghadapi tantangan bisnis nyata, budaya pembelajaran, dan stabilitas organisasi jangka panjang yang terus berkembang.

Strategi perbaikan berkelanjutan Sinarmas Agri menggabungkan seluruh elemen perusahaan. Mulai dari nilai perusahaan, teknologi terkini, hingga pengembangan kapasitas SDM. Upaya ini tak hanya melahirkan karyawan yang adaptif, perusahaan juga turut andil mencetak pemimpin masa depan yang kompetitif di sektor agribisnis.

Artikel ini merupakan kolaborasi HRPods dengan HR Asia Awards. Temukan artikel kolaborasi lainnya di tautan ini.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *