Sebagai HR, apakah Anda mengetahui tanda karyawan mencari pekerjaan baru? Terkadang, Anda dan tim bisa mencium gelagat karyawan yang mencari pekerjaan di perusahaan lain. Namun, terkadang tanda tersebut tidak muncul secara dramatis.
Tanda-tanda akan terlihat dalam perubahan kecil, seperti nada bicara atau penarikan diri dari jam makan siang. Untuk mempertahankan bisnis, tim HR wajib mengenai tanda karyawan mencari pekerjaan baru, terlebih ia adalah individu berprestasi bagi perusahaan. Jadi, Anda dapat mempertahankannya sebelum ia resmi mengundurkan diri.
Semuanya Terlihat Baik, Sampai Akhirnya ada Karyawan yang Mengundurkan Diri
Setiap perusahaan memiliki budaya dan proses kerja berbeda yang membentuk bagaimana orang-orang di sana memiliki rasa kepemilikan dan akuntabilitas mereka. Tenggat waktu kerja mereka terpenuhi, rapat dihadiri, dan tujuan tercapai.
Semuanya terlihat baik-baik saja, sampai ada karyawan yang mengundurkan diri satu per satu. Dalam hal ini, Anda dan HR masih kesulitan mengenali tanda-tanda karyawan sedang mencari pekerjaan lain. Padahal, jika Anda melihat lebih dekat, tanda itu nyata dan tim HR bisa mendorong manajer untuk mempertahankannya.
Dalam banyak kasus, tanda awal jarang terlihat jelas di lingkungan kantor. Tidak pernah ada penurunan kinerja, keterlambatan tenggat waktu, konflik dengan atasan dan rekan kerja, atau ketidakhadiran yang jelas.
Namun, mendekati pengunduran dirinya, tanda-tanda itu semakin nyata. Biasanya, ia sudah mendapatkan pekerjaan baru. Kebanyakan karyawan tidak memutuskan berhenti bekerja saat itu juga.
Jika Anda belajar memperhatikan tanda karyawan sedang mencari pekerjaan lain, maka masih ada kesempatan untuk mempertahankan mereka. Ini bukan tentang mengendalikan pilihan orang lain, tetapi memahami apa yang membawa mereka memiliki jalan lain dan terkadang membatalkan keputusan mereka dengan perubahan yang tepat.
Baca juga: Pertimbangkan 9 Poin Ini agar Masa Probation Mendorong Kinerja
Menangkap 13 Tanda Karyawan Mencari Pekerjaan Baru
Dalam banyak kasus, semua karyawan akan menjalankan tugasnya dan bisnis terlihat stabil dan meyakinkan. Di sini, Anda dan tim perlu menggali lebih dalam karena perubahan sering kali terjadi berbentuk nada bicara atau pola pikir yang mereka tunjukkan saat bekerja setiap hari.
Berikut ini menangkap tanda-tanda itu:
1) Semua percakapan menjadi fungsional
Anda akan menyadari bahwa interaksi dengan manajer dan anggota timnya kehilangan kehangatan dan menjadi semata-mata berfokus pada tugas.
Anda dapat melakukan: Menghadirkan koneksi melalui komunikasi informa, seperti menyapanya setiap pagi, menanyakan bagaimana akhir pekannya, atau sekadar duduk bersebelahan ketika makan siang.
2) Karyawan berhenti membicarakan masa depan
Jika karyawan sempat membicarakan masa depan karier di perusahaan Anda, tetapi semakin lama ia tidak membahasnya. Bahkan jika Anda menanyakan rencana jangka panjangnya saat ini, ia enggan menjawabnya.
Anda dapat melakukan: Anda atau tim dapat mendiskusikan peran mereka di kantor dan tanyakan apakah mereka masih merasa senang dan selaras dengan peran mereka di masa depan. Jika tidak, tim HR bisa menawarkan dukungan yang bisa mereka gunakan.
3) Antusiasme memudar
Tanpa Anda sadari, karyawan tidak memiliki rasa ingin tahu tentang peran, rencana perusahaan, atau kabar rekan kerja lain. Antusiasme memudar ini terlihat seperti kepatuhan yang tenang. Karyawan hanya tampak mengerjakan tugasnya saja dan tidak tertarik dengan hal lain.
Anda dapat melakukan: Mendorong manajer untuk melibatkannya ke dalam proyek baru, sehingga ia aktif berperan serta atau ikut dalam pengambilan keputusan proyek.
4) Karyawan tidak menonjol di tempat kerja
Visibilitas karyawan menurun dan menghindari perhatian dari siapa pun di tempat kerja. Ia tidak berminat untuk sekadar mengobrol atau berinteraksi dengan rekan kerja dalam acara kantor.
Anda dapat melakukan: Memberikan kesempatan untuk meminta masukan dan membuat mereka merasa diperhatikan. Langkah ini bisa memotivasi kerja mereka.
5) Butuh lebih banyak privasi seputar perangkat kerja
Melindungi alat kerja sekaligus menjaga privasi wajib dilakukan oleh karyawan, terutama posisi tertentu. Namun, bila ia tidak menduduki peran kunci dan biasa melakukan pekerjaan harian, tetapi semakin lama ia lebih ketat menjaga layar laptop dari sebelumnya.
Anda dapat melakukan: Mendorong manajer untuk berdialog terbuka dengan yang bersangkutan tentang kendala yang sedang ia hadapi dan tawarkan bantuan yang ada.
6) Karyawan menolak pekerjaan tambahan
Karyawan akan mulai menolak tanggung jawab tambahan, seolah-olah hal itu tidak lagi menarik lagi.
Anda dapat melakukan: Anda atau manajer dapat mencari tahu apakah ia tengah mengalami stres, sakit, atau burnout.
Referensi artikel: Waspadai 5 Masalah Karyawan Ini Disebabkan Lingkungan Kerja
7) Mengambil lebih banyak cuti dari biasanya
Jika Anda mengamati secara saksama, karyawan sering mengambil cuti. Tak hanya dari jatah cuti tahunan (paid leave), tetapi ia kerap juga mengambil cuti tidak berbayar (unpaid leave). Bahkan ia sering absen dari pekerjaan tanpa alasan yang jelas.
Anda bisa melakukan: Mengecek kondisi karyawan secara teratur dengan niat terbuka dan mendukung. Misalnya, bertanya kabar setelah cuti atau berdiskusi tentang merencanakan cuti. Berikan pengertian bahwa karyawan yang absen akan memengaruhi hasil kerja tim.
8) Pasif dalam tim
Karyawan lebih pasif di dalam tim, seperti ia tidak memberikan ide atau masukan saat rapat dan ogah terlibat dalam kerja tim.
Anda dapat melakukan: Untuk memperkuat teamwork, manajer perlu mendekatkan semua orang di dalamnya. Ia bisa mendorong karyawan untuk berpartisipasi tanpa membuatnya merasa terpojok atau terhakimi.
9) Penurunan kualitas kerja secara bertahap
Kualitas kerja karyawan menurun secara bertahap hingga menghasilkan performa menurun yang signifikan. Misalnya, ia melewatkan tenggat waktu, tugas diselesaikan cepat tetapi tidak berkualitas, atau tidak mencapai target bulanan terus-menerus.
Anda dapat melakukan: Manajer dapat menilai kembali beban dan harapan kerjanya. Cari pola apakah ada insiden yang mengisolasinya di tempat kerja, lalu memberikan kejelasan dan dukungan agar ia dapat meningkatkan kualitas kerja. Dorong karyawan untuk membangun lagi sense of ownership terhadap pekerjaannya.
10) Karyawan mulai mendokumentasikan pekerjaannya
Tak masalah jika karyawan membuat portofolio dari hasil kerjanya, terlebih hal itu menjadi pencapaian yang melebihi target. Namun, jika ini ia mendokumentasikan pekerjaannya sangat intensif, maka ini ialah tanda karyawan mencari pekerjaan baru.
Anda dapat melakukan: Manajer mengajak one-on-one meeting dan membicarakan langkah anggota timnya di masa depan.
11) Ruang kerja sering kosong
Jika Anda melihat ruang kerjanya, ia kerap tidak ada di tempat atau barang pribadinya secara bertahap tidak ada di sana.
Anda dapat melakukan: Siapkan manajer untuk berdiskusi formal dengan karyawan tersebut mengenai pekerjaan dan tantangan yang dihadapinya, sehingga ia sering tidak berada di ruangannya.
12) Terlihat lesu
Semangat karyawan yang biasanya bersemangat, kini menjadi lebih lesu dan redup. Ia juga terlihat datang terlambat ke kantor, rapat, atau ke tempat klien.
Anda dapat melakukan: Tidak ada yang lebih penting daripada memperhatikan kesejahteraan emosional karyawan, seperti melakukan check in secara berkala, mengajak mereka berpartisipasi dalam kegiatan perusahaan, atau menanggapi keterlibatan dengan empati.
13) Fokus pada branding profesional
Profil karyawan akan di platform seperti LinkedIn dan Instagram akan diperbarui dan ada peningkatan aktivitas, seperti membuat konten berupa foto atau video.
Anda bisa melakukan: Manajer perlu menawarkan kesempatan berkembang di dalam perusahaan sebelum mereka pindah ke perusahaan lain. Misalnya, ia berpindah peran dalam satu divisi atau berpindah divisi tetapi peran sama untuk mengakomodasi keterampilannya.
Namun, apa pun hasil keputusan dalam penawaran tersebut, tak ada salahnya untuk merencanakan transisi dan mencari kandidat baru, baik internal atau eksternal.
Karyawan yang sudah tidak tertarik lagi secara mental tidak akan pernah mengeluh tentang budaya perusahaan atau tanggung jawab pekerjaan. Perlahan-lahan, ia akan mencari peluang lain, perubahan sikapnya sangat halus tetapi konsisten. Seiring waktu, perubahan membentuk pola yang jelas.
Mengenali tanda karyawan mencari pekerjaan baru memberikan tim HR dan manajer kesempatan untuk menangani situasi dengan lebih baik. Begitu tanda seseorang akan berhenti bekerja terlihat, kesempatan untuk perubahan mungkin sudah tertutup.

Leave a Reply