HRPods leadership communication

Leadership Communication: Membangun Keterampilan dan Membentuk Kepercayaan Karyawan

Satu hal yang tidak boleh dilewatkan oleh pantauan tim HR adalah leadership communication. Memang, pemimpin masing-masing departemen atau tim memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi dengan anggotanya, tetapi Anda akan menjumpai karyawan yang mengeluhkan pemimpin mereka. 

Sebut saja, rapat yang tidak berjalan dengan baik, umpan balik yang tidak jelas, hingga pemimpin yang kerap menuntut penyelesaian pekerjaan meski beban kerja timnya sudah berlebihan. Jadi, pemimpin yang ribuan kali berkomunikasi belum tentu membuat kepemimpinan yang efektif.

Apa Itu Leadership Communication?

Komunikasi kepemimpinan merujuk tindakan berbagi informasi, visi, harapan, dan umpan balik secara jelas, konsisten, dan strategis. Ini melibatkan penyampaian ide dengan cara yang autentik, menarik, dan mudah dipahami, sehingga orang yang mendengarkan tetap fokus, menyerap pesan, dan mengingatnya.

Komunikasi bukan hanya soal berbicara, tapi juga mendengarkan. Komunikasi yang efektif membutuhkan pemimpin yang aktif mendengarkan dan menyesuaikan pesan agar relevan dan berdampak.

Poin terpenting lainnya adalah tentang perilaku bagaimana pemimpin bersikap terhadap momen sehari-hari yang membangun atau merusak kepercayaan. Komunikasi kepemimpinan bukanlah bakat. Ini juga bukan tentang karisma atau siapa yang memiliki suara paling lantang di ruangan. 

Komunikasi kepemimpinan merupakan disiplin yang dapat dipelajari dan dipraktikkan oleh siapa pun. Ia akan menciptakan koneksi, membangun kepercayaan, dan membantu orang lain memahami ke mana mereka menuju dan mengapa itu penting dilakukan di lingkup perusahaan. 

Baca juga: 4 Kiat Mengubah Change Management Menjadi Pengembangan Personal

Cara Pemimpin Berkomunikasi Membentuk Kepercayaan di Mata Karyawan 

Cara pemimpin bekromunikasi

Menurut Global Leadership Forecast 2025, kepercayaan terhadap kepemimpinan telah runtuh. Hanya dalam dua tahun, kepercayaan terhadap manajer langsung anjlok dari 46% menjadi hanya 29%, penurunan yang mengejutkan sebesar 17 poin.

Di era informasi yang bergerak cepat dan banyak tekanan, pemimpin tidak boleh bersikap tidak jelas atau terputus dari tim. Mengingat pula komunikasi kepemimpinan dapat membentuk kepercayaan karyawan, maka pemimpin perlu melakukannya dengan baik.

Oleh karena itu, tim HR perlu mendorong pemimpin tertinggi untuk memberikan pelatihan dan dukungan yang tepat kepada pemimpin level pertama dan menengah. Pemimpin masa kini harus melibatkan karyawan dari berbagai generasi, menghadapi perubahan yang hampir konstan, hingga melakukan percakapan yang sulit untuk mempertahankan anggota terbaiknya. 

Dengan pelatihan dan dukungan tepat, pemimpin dapat berkembang menjadi komunikator yang memimpin dengan kejelasan, empati, dan berdampak. 

Ketika komunikasi dilakukan dengan baik, orang-orang akan tetap sejalan. Mereka tahu ke mana mereka akan pergi dan mengapa itu penting. Ketika komunikasi dilakukan dengan buruk, tak hanya keterlibatan dan kinerja tim yang menurun, juga strategi terbaik pun akan gagal. 

Artikel berikutnya: Fenomena Overwork: Antara Tuntutan Ekonomi, Beban Kerja, dan Tantangan Ketenagakerjaan

Contoh komunikasi kepemimpinan yang baik dan buruk

Perbedaan antara kepemimpinan yang baik dan buruk sering kali terletak pada keputusan kecil dalam komunikasi. Kata-kata, penyampaian waktu, dan cara yang tepat dapat menumbuhkan kepercayaan.

Pendekatan yang salah atau pendekatan dengan niat baik dapat dengan cepat menimbulkan kebingungan atau merusak moral karyawan. Untuk lebih memahami, di bawah ini contoh komunikasi pemimpin yang baik dan buruk.

Baik 

Seorang middle manager yang berencana mengubah jadwal kerja akan mengumpulkan tim, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut, dan mempersilakan karyawan bertanya. Jika karyawan menyampaikan keberatan karena pengasuhan anak, manajer akan menanggapinya dengan bijaksana. Ya, perubahan tetap terjadi, tetapi tim merasa didengar, dilibatkan, dan dihormati.

Contoh kedua, salah satu karyawan melakukan kesalahan, lalu manajer langsung mengajaknya dalam pertemuan one-on-one. Manajer mendengarkan tantangan yang dihadapi oleh karyawan dan bersama-sama mencari solusi perbaikan. Pemimpin seperti itu tidak hanya menyelamatkan kinerja, tetapi juga membangun kepercayaan dan rasa hormat dalam prosesnya.

Buruk 

Situasi sama seperti contoh pertama, yakni middle manager yang mengumumkan perubahan jadwal kerja, tetapi melakukannya hanya melalui email. Pesannya singkat, bersifat arahan, dan tidak memberikan penjelasan atau ajakan kepada karyawan untuk memberikan umpan balik. Kondisi itu membuat karyawan terkejut dan tidak dihargai, sehingga menimbulkan desas-desus dan menurun keterlibatan karyawan.

Contoh lainnya, line manager yang menghindari percakapan sulit tentang kinerja buruk dengan anggota timnya. Ketika masalah karyawan meningkat, perusahaan mengeluarkan peringatan resmi tanpa diskusi sebelumnya. Akibatnya, karyawan tersebut sangat terpukul dan meninggalkan perusahaan.

Dari penggambaran di atas, Anda dan tim akan memahami bahwa komunikasi bukan sekadar memindahkan informasi, juga mengubah hasil, baik yang berupa perbaikan atau justru sebaliknya. 

Referensi artikel: 7 Kiat Menjalankan Proses Rekrutmen Efisien dari Sisi Perusahaan dan Kandidat

Membangun Keterampilan Leadership Communication melalui Dale Carnegie Framework

Membangun keterampilan komunikasi kepemimpinan tidak terjadi dalam semalam. Bagi sebagian besar pemimpin, mereka membutuhkan perpaduan antara pengalaman, mempraktikkan atau berlatih setiap hari, dan kemauan untuk menerima umpan balik dan melakukan perbaikan.

Di sini, perusahaan membutuhkan peran tim HR guna memberikan program pelatihan komunikasi. Dalam program, pelatih memiliki framework untuk mempermudah peserta belajar. Salah satu framework tentang komunikasi kepemimpinan dari Dale Carnegie.

Framework tersebut mempunyai enam poin leadership communication yang efektif, yaitu: 

1. Dengarkan dengan penuh perhatian 

Untuk menjadi komunikator yang hebat, pertama-tama, seorang pemimpin perlu berfokus untuk menjadi pendengar yang baik. Tak sedikit pemimpin menunjukkan kemampuan kepemimpinan kepada orang lain. Caranya, ia memperlihatkan bahwa mereka bersedia dan mampu mengesampingkan gangguan, sehingga ia menjadi pendengar yang fokus terhadap pembicaraan.

2. Berkomunikasi dengan percaya diri

Seseorang cenderung menyamakan kepercayaan dirinya sebagai pemimpin. Banyak pemimpin yang mengagumi pemimpin lain yang berkomunikasi dengan percaya diri. Hal ini mengingat bahwa komunikasi adalah salah satu keterampilan kepemimpinan yang paling terlihat dan nyata yang digunakan oleh orang lain untuk mengukur kemampuannya. 

3. Fasilitasi rapat

Sebagian besar pemimpin menghabiskan banyak waktu dalam rapat sebagai bagian dari peran mereka. Dengan kata lain, tidak ada arena yang lebih baik untuk membangun keterampilan kepemimpinan selain dengan bersikap efektif dan profesional dalam rapat.

4. Presentasi yang efektif

Membangun keterampilan presentasi akan memastikan pesan pemimpin tidak terabaikan karena performa yang lemah. Jadi, membuat presentasi yang efektif perlu menanamkan kepercayaan dan antusiasme pula. 

5. Terhubung dengan pendengar

Leadership communication yang paling efektif berasal dari mereka yang mengenal pendengarnya. Alhasil, pemimpin harus mengenal karyawannya dan menemukan cara unik untuk menciptakan hasil yang saling menguntungkan berdasarkan nilai-nilai yang dianut oleh karyawan. 

6. Ciptakan kesan yang baik

Cara menunjukkan kemampuan dan bakat pemimpin adalah berkomunikasi dengan pemimpin lain. Misalnya, line manager berkomunikasi di depan middle dan top manager. Ini adalah arena yang sangat terlihat di mana ia dapat memperkuat citranya di mata rekan kerja dan pihak lain, sehingga menciptakan kesan profesional.

Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan komunikasi yang baik. Bila perusahaan menginginkan pemimpin dari berbagai level menjadi komunikator yang efektif, sebaiknya berinvestasi dalam pelatihan leadership communication yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan serta kekuatan peserta.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *