HRPods pemimpin terbaik burnout

Pemimpin Terbaik Burnout: Ketahui Penyebab dan Solusinya

Ketika pemimpin terbaik burnout, itu bukan kesalahan atau perjuangan personal dirinya, tetapi ini adalah masalah perusahaan. Bahkan sebagian besar leadership development yang terjadi di perusahaan atau organisasi saat ini secara tidak sengaja justru membuat pemimpin gagal, termasuk pemimpin terbaik. 

Jika seorang pemimpin terbaik burnout, maka ia bisa menularkan kepada anggota tim sehingga performa tim menurun. Ironisnya ini dapat memengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. 

Kapasitas Vs. Kemampuan

Sebuah studi selama 20 tahun oleh The Oxford Review menemukan bahwa pemimpin terbaik–yakni mereka yang paling efektif, paling berdedikasi, dan paling otentik– adalah mereka yang paling mungkin mengalami kelelahan kerja (burnout).

Sebesar 72% pemimpin saat ini melaporkan mengalami burnout. Hasil penelitian ini menjadi dasar bahwa perusahaan telah melakukan kesalahan, meskipun perusahaan memberikan pemimpin berupa leadership development

Ya, tujuan program pengembangan adalah membuat para pemimpin lebih baik dalam memimpin, tetapi hal tersebut justru menjadi perangkap bagi pemimpin. 

Seorang pemimpin telah mencurahkan sumber daya untuk mengembangkan kemampuannya, sampai tiba saatnya ia akan menghadapi terlalu banyak hal yang harus ditangani. 

Sistem saat ini menuntut para pemimpin untuk melakukan lebih dari yang mampu dilakukan manusia mana pun, terlepas dari kemampuan mereka. Mereka diharapkan untuk mengelola perubahan yang tiada henti dan sejumlah besar tugas kerja menuntut dengan kecepatan tinggi, sering kali dengan sumber daya yang tidak memadai. 

Ini bukan masalah kemampuan, tetapi masalah kapasitas dalam pengelolaan perubahan yang datang bertubi-tubi. 

Ironisnya, pemimpin terbaik dan efektif yang mendorong mereka menuju burnout, karena mereka memikul:

  • Beban emosional yang terus-menerus untuk memproyeksikan kepercayaan diri sambil merasa stres
  • Pengendalian diri untuk selalu mengutamakan orang lain sambil mengelola reaksi sendiri
  • Transfer energi untuk terus menginspirasi dan memotivasi tim tanpa menerima imbalan yang berarti

Perusahaan tidak bisa tinggal diam ketika melihat pemimpinnya mampu mengeluarkan tenaga demi kinerja tim tanpa henti, tetapi yang perlu diingat adalah setiap individu mempunyai daya tampung masing-masing. 

Baca juga: 9 Strategi HR Mengatasi Karyawan Burnout

Pemimpin Terbaik Burnout akan Berdampak terhadap Anggota Tim

Siapa pemimpin terbaik?

Pemimpin dikatakan terbaik jika ia memiliki kinerja tinggi. Tanda seorang pemimpin menunjukkan performa terbaiknya, yaitu:

  • Memperhatikan karyawan
  • Mendukung anggota tim 
  • Mempercayai karyawan
  • Menetapkan arahan yang jelas
  • Tidak takut menghadapi tantangan

Hasil dari tanda tersebut adalah Anda dapat melihat lingkungan kerja yang bersemangat dan penuh kepercayaan. 

Namun, di balik sikap itu, seseorang tidaklah mudah bersikap untuk memperhatikan karyawan hingga menghadapi tantangan bisnis, sementara itu, ia harus menyelesaikan tugas wajibnya. 

Untuk menjadi terbaik, ia tak hanya menguasai keterampilan atau memiliki segudang pengalaman. Ia juga harus bersikap ini membutuhkan kesadaran diri, merendahkan ego, dan mengatur emosi. 

Apakah burnout menular?

Masih dari penelitian, sebanyak 47% karyawan yang bekerja di bawah pemimpin yang mengalami burnout juga mengalami burnout, dibandingkan dengan hanya 18% di bawah pemimpin yang sehat. 

Pemimpin yang mengalami burnout tiga kali lebih memungkinkan kehilangan anggota tim terbaiknya dan 2,5 kali lebih kecil kemungkinan untuk memiliki anggota tim yang terlibat. Ini membuktikan bahwa kesehatan pemimpin telah menjadi indikator signifikan bagi kesehatan perusahaan.

Ketika pemimpin merasa kewalahan hingga kelelahan kerja, ini disebabkan oleh: 

  • Terus-menerus mengatasi masalah mendesak
  • Mengejar target yang lebih sulit 
  • Menghadapi perubahan yang datang silih berganti

Mereka yang mengalami kelelahan kerja hampir mustahil untuk tetap tenang, terhubung, dan berpikiran terbuka, karena burnout tidak terjadi dalam semalam. Ini terjadi karena akumulasi kelelahan yang terjadi terus-menerus dan tidak bisa diatasi dengan baik.

Berdasarkan penelitian, ini adalah proses delapan tahap yang dimulai dari hiperaktivitas, keletihan, penarikan diri, sinisme, dan berujung pada konsekuensi kesehatan fisik dan mental yang serius.

Akibat yang akan muncul

Pada setiap tahap, pemimpin kehilangan kemampuan untuk melakukan perilaku yang paling dibutuhkan oleh tim mereka. Apa akibatnya bagi mereka? 

  • Pemimpin menjadi reaktif dan menghindari risiko
  • Keamanan psikologis terkikis
  • Karyawan berhenti bersuara 
  • Kesalahan akan disembunyikan
  • Budaya kerja bergeser menjadi tertutup 

Dampak yang lebih besar akan diterima oleh perusahaan, di antaranya:

  • Mengalami penurunan produktivitas
  • Peningkatan kesalahan
  • Kehilangan pengetahuan institusional 
  • Ketidakmampuan mencapai tujuan strategis 
  • Kehilangan karyawan yang kompeten 
  • Penurunan atau kehilangan keterlibatan karyawan 

Jadi, saat pemimpin terbaik burnout, kinerja perusahaan bisa terganggu. Bila Anda berada di perusahaan kecil–hanya memiliki sekitar 30 orang–maka seluruh organisasi menjadi tidak mampu mengatasi kompleksitas. 

Artikel berikutnya: HR Burnout: Ketahui Penyebab dan Cara Meminimalisirnya

4 Solusi Mengatasi Pemimpin Terbaik Burnout dengan Leadership Development

Jangan biarkan pemimpin mengatasi burnout seorang diri. Jangan tinggalkan mereka di kala mereka butuh pertolongan. 

Saat perusahaan mendapati pemimpin terbaik burnout, sebaiknya Anda dan tim perlu mendorong pemimpin tertinggi dan manajemen untuk menormalisasi kondisi tersebut. 

Natasha Wallace, pakar kesejahteraan dan kinerja kepemimpinan, menuliskan bahwa burnout dapat dicegah atau diatasi jika program leadership development mengalami perubahan mendasar, yakni membahas esensi kepemimpinan, bukan hanya tindakan yang harus mereka lakukan. 

Berikut ini solusi mengatasi pemimpin terbaik jika mengalami burnout:

1. Mengubah sistem

Solusi mengatasi pemimpin burnout terletak pada pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan perubahan sistem. Dimulai dari:

  • Mengatasi beban kerja dari akarnya
  • Memberikan otonomi yang nyata
  • Menciptakan kejelasan seputar harapan
  • Membangun dukungan terstruktur yang terstruktur dari rekan kerja
  • Memungkinkan pemimpin terhubung dengan pimpinan di atasnya dan anggota timnya 

Jadi, perusahaan akan membangun lingkungan kerja yang aman secara psikologis, karena semua karyawan–apa pun levelnya–dapat berbicara jujur ​​dan bekerja sama untuk memecahkan masalah. Begitu pula ketika pemimpin–apa pun tingkatannya–yang mengakui bahwa mereka sedang kesulitan, perusahaan harus merespons dengan tindakan, bukan bersikap defensif.

2. Melatih kesadaran 

Mengingat burnout dapat dicegah, maka perusahaan harus memberikan pemimpin sebuah pelatihan kepemimpinan.

Pelatihan ini mengombinasikan pengembangan ketahanan kepemimpinan sekaligus kesadaran personal. Misalnya, pemimpin dilatih untuk mempunyai kesadarannya untuk mengelola ego, mempertahankan kinerja pribadi dan tim, serta tetap tenang di bawah tekanan. 

Langkah ini tak hanya memperbaiki skill set individu tentang kepemimpinan, juga kepada karyawan, rekan kerja, pemegang saham, pelanggan, mitra, komunitas, hingga masyarakat. Jadi, tim HR bukan hanya membekali mereka menjadi pemimpin yang lebih baik, juga memimpin secara berkelanjutan di dunia yang semakin banyak menuntut pergerakan.

3. Meningkatkan keterampilan penyelesaian konflik

Konflik di tempat kerja yang tidak terselesaikan merupakan pemicu stres utama bagi pemimpin. Hal ini menunjukkan bahwa menangani konflik tim membutuhkan tenaga dan waktu sekaligus energi emosional yang harus tetap netral demi mendukung keharmonisan tim, yang secara signifikan menambah stres bagi pemimpin.   

Oleh karena itu perusahaan perlu meningkatkan keterampilan penyelesaian konflik seperti:

  • Kemampuan meredakan ketegangan sebelum menjadi gangguan serius 
  • Teknik untuk memfasilitasi diskusi yang produktif dan berorientasi pada solusi
  • Menumbuhkan budaya keamanan psikologis dan komunikasi terbuka 

4. Bekali sumber daya memadai

Pemimpin membutuhkan sumber daya yang memadai, seperti informasi, teknologi, dan kapasitas tim yang memadai. Tanpa hal tersebut, mereka akan menggunakan praktik yang tidak berkelanjutan, termasuk pengorbanan pribadi untuk mencapai tujuan.

Akibatnya, ia menciptakan jalan langsung menuju burnout dan pergantian karyawan. Untuk menyediakan hal-hal yang dibutuhkan oleh pemimpin agar efisien, tim HR harus:

  • Mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan sumber daya secara proaktif
  • Memastikan karyawan memiliki inisiatif dan produktivitas tinggi 
  • Mengotomatiskan tugas rutin atau mempekerjakan freelancer selama periode puncak
  • Memberikan akses ke alat bantu pengambilan keputusan dan sistem pendukung

Bila pemimpin terbaik burnout, ini adalah masalah sistemik yang membutuhkan tindakan perusahaan. Ketika perusahaan mampu mengatasi masalah ini, pemimpin tak hanya melindungi keterampilan kepemimpinan mereka, juga membangun bisnis yang lebih kuat dan tangguh.

Mencegah atau mengatasi burnout bukan hanya tentang mengajari pemimpin untuk beristirahat. Ini tentang menciptakan lingkungan kerja di mana para pemimpin dapat menjaga kesejahteraan dan efektivitas mereka untuk mendorong kesuksesan perusahaan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *