Mungkinkah menemukan passion dalam pekerjaan? Bukankah passion bisa diciptakan sejak awal? Ada kemungkinan Anda telah menemukan renjana dalam pekerjaan di bidang HR tetapi mengabaikannya.
Ya, ada orang yang mudah menemukan passion-nya, ada pula yang membutuhkan kontemplasi melalui identifikasi keterampilan dan pengalaman kerja, pencapaian, hingga kepuasan dan kebahagiaan. Memang, sekilas proses ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya tidak sesederhana itu.
Perjalanan di Balik Menemukan Passion Dalam Pekerjaan
Menemukan minat dan hobi dapat memotivasi seseorang untuk terus belajar dan bekerja menuju suatu pencapaian. Ini bisa merujuk mencapai target yang telah ditentukan atau membuatnya menjadi ahli di bidangnya, sehingga proses tersebut memberikan rasa bahagia dan kepuasan pribadi.
Ada orang yang memilih mengejar minat mereka di luar pekerjaan, sementara yang lain memilih menjadi orang yang mengabdikan kehidupan mereka kepada pekerjaan. Keputusan seseorang ini tak lepas dari minat, hobi, pengaruh lingkungan dan orang terdekat, serta peluang yang dapat menjadi sumber pendapatan.
Ketika Anda bekerja pada peran yang disukai, Anda cenderung lebih fokus dan menyelesaikan tugas lebih cepat karena tugas tersebut tampak lebih bermakna. Ketika hanya bekerja untuk keuntungan finansial, terkadang dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan lebih sulit didapatkan, yang mengakibatkan tugas-tuga menumpuk dan jam kerja lebih panjang.
Anda yang baru memulai karier, merasa terjebak dalam peran yang tidak memuaskan, atau ingin mengubah arah karier, Anda tidak terlalu dini untuk mengidentifikasi passion dalam pekerjaan. Anda juga tidak terlambat untuk mengubah karier, jika ingin melakukannya.
Tak masalah jika Anda masih berminat dan ingin lebih berkontribusi di bidang HR. Namun, Anda juga bisa mengeksplorasi bidang lain untuk mengasah keterampilan atau sekadar ingin mengetes kemampuan.
Baca juga: Divisi HR: 8 Posisi Dan Jenjang Karier
7 Hal yang Menuntun Anda Mendapatkan Renjana Dalam Pekerjaan
Anda tak perlu terburu-buru menemukan passion dalam pekerjaan. Hal ini membutuhkan proses untuk menentukan hal-hal dalam hidup yang membuat Anda merasa puas, gembira, terinspirasi, atau terpenuhi. Berikut langkah yang membantu Anda menemukan renjana dalam pekerjaan:
1. Perhatikan hal penting
Pernahkah Anda menunggu waktu tertentu, hari spesifik, atau antusias bertemu dengan seseorang? Apakah hal itu sering terjadi? Apakah hal itu penting bagi Anda? Catat dan perhatikan peristiwa yang terlihat penting dan sepele yang terjadi sepanjang hari Anda.
Di sini, Anda akan menjumpai momen penting terjadi di tempat kerja, tetapi banyak momen datang dari luar pekerjaan, seperti saat bersama keluarga, teman dekat, atau diri sendiri. Mencatat lokasi dan pihak yang terlibat dalam momen ini dapat membawa Anda selangkah lebih dekat untuk menentukan minat terkait dengan pekerjaan atau aspek lain dalam hidup.
2. Perhatikan proses mengalokasikan uang dan waktu
Bagaimana Anda mengalokasikan uang dan waktu? Membeli novel, menonton film di bioskop, mengoleksi collectible item fesyen, atau berlibur di tempat yang belum dikunjungi? Misalnya, Anda lebih suka:
- Menjadi relawan di taman baca
- Kursus singkat untuk mempelajari subjek tertentu
- Kerap ditunjuk sebagai pemimpin di komunitas
- Beraktivitas di lembaga sosial, politik, atau keagamaan untuk membantu mereka yang membutuhkan
Proses Anda menghabiskan uang dan waktu terhadap hal-hal yang diminati yang terjadi dalam jangka waktu lama mungkin lebih erat kaitannya dengan passion daripada minat yang baru disukai. Pertimbangkan hal ini.
3. Pilihan topik untuk dibicarakan
Langkah menemukan passion dalam pekerjaan juga bisa mengingat topik-topik yang Anda suka bicarakan atau diskusikan dengan orang lain. Topik yang membuat Anda antusias untuk membahasnya atau merasa bertumbuh ketika berdiskusi tentang topik tertentu dengan orang-orang di bidang tersebut.
Misalnya, Anda berdiskusi dengan orang yang berbeda latar belakang dan membahas isu-isu mereka atau membicarakan masalah HR dari sudut pandang lain. Dari beberapa diskusi, Anda bisa menemukan passion dalam pekerjaan, apakah passion tetap sama atau berbeda.
Artikel selanjutnya: Tugas HRD Memberi Makna Di Tempat Kerja
4. Keterampilan yang dimiliki
Anda perlu menilai keterampilan apa saja yang Anda miliki, baik technical skill maupun transferable skill. Apakah keterampilan tersebut menunjang pekerjaan Anda? Apakah dengan keterampilan itu Anda berkesempatan mendapatkan peluang lain di luar pekerjaan? Bagaimana keterampilan ini membuat Anda memperoleh jejaring lebih luas dibanding sebelumnya? Dengan penilaian tersebut, Anda dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman profesional dan keahlian Anda saat ini.
6. Peluang karier potensial
Ketika mengetahui hal-hal yang menarik minat Anda, maka selanjutnya menemukan peluang karier yang sesuai, membaca kualifikasi, dan mengecek job description. Ini adalah cara mengubah minat menjadi passion lalu profesi.
Selain itu, Anda dapat mendiskusikan minat dan hal-hal yang menginspirasi Anda dengan atasan. Jika Anda menghargai perusahaan tetapi tidak puas dengan posisi saat ini, ada kemungkinan ia akan memberi kesempatan kepada Anda untuk melakukan job rotation atau meminta Anda mengambil tugas baru yang lebih sesuai.
7. Bedakan hobi vs. minat
Tak masalah bila Anda menekuni hobi, lalu berminat menekuni hobi tersebut, kemudian menumbuhkan passion terhadap suatu hal. Jika tidak, Anda tetap bisa memiliki hobi sembari menemukan karakteristik pekerjaan, gaji, dan manfaat untuk mempertahankan gaya hidup Anda.
Kalau mengandalkan passion untuk mencari nafkah, maka Anda perlu realistis, apakah renjana dapat menjadi karier dan apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya. Jika renjana tidak sesuai dengan posisi pekerjaan atau keterampilan profesional, Anda tetap dapat menggunakannya untuk mendapatkan wawasan tentang jalur karier lain.
Alternatifnya, bila hobi bukanlah sesuatu yang ingin ditekuni secara profesional, Anda tetap dapat memanfaatkan apa yang telah dipelajari untuk mendorong pencarian pekerjaan. Misalnya, Anda menikmati banyak waktu bersama keluarga di rumah atau mencari pekerjaan yang fleksibel.
Bagi Anda yang telah menemukan passion dalam pekerjaan–baik di bidang HR maupun bidang lain–temukan peluang baru melalui laman ini. Bagaimana jika belum menemukannya? Tidak masalah, setiap orang memiliki kompleksitas masalahnya masing-masing.
Penulis buku The Subtle Art of Not Giving a F*ck Mark Manson mengatakan jika Anda harus mencari suatu passion yang disukai, maka kemungkinan besar Anda tidak menyukainya sama sekali. Namun, Anda yang memiliki passion mendalam terhadap sesuatu, hal itu akan terasa begitu melekat dalam hidup Anda, dan orang lain perlu mengingatkan Anda bahwa hal itu tidak normal karena orang lain tidak melakukan hal-hal yang Anda lakukan.
Bila Anda melihat pekerjaan yang Anda lakukan tidak lagi bermakna, berhenti sejenak, dan cobalah untuk menemukan passion di dalamnya.

Leave a Reply