Tim HR bukan pengendali air maupun udara, terlebih untuk mengendalikan hujan deras yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia. Namun, ada beberapa langkah tim HR menghadapi cuaca dan perubahannya. Ini bukan berarti HR adalah manusia super, tetapi Anda dan tim mendorong pemimpin memperhatikan anggota timnya.
Mengingat kesehatan adalah hal penting bagi penggerak roda bisnis, maka tim HR dan pemimpin perlu memperhatikan kesehatan serta keamanan karyawan.
Prediksi Cuaca Awal Tahun dari BMKG
Awal tahun ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi bahwa beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan, karena pengaruh dinamika atmosfer. Bahkan terjadi pula peningkatan kecepatan angin.
Apa yang terjadi? Beberapa daerah diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi ini bisa terjadi pagi, siang, maupun malam hari sampai menyebabkan beberapa tempat banjir. Masih menurut BMKG, hujan masih berlangsung hingga Februari.
Pemerintah provinsi (pemprov) Jakarta melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) sebagai langkah antisipasi cuaca buruk dan curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir. Pemprov juga memodifikasi cuaca di wilayah penyangga ibu kota, meski fokusnya tetap di Jakarta.
Sebagai pekerja, hujan turun yang begitu deras akan mengganggu kegiatan. Anda tak hanya menghadapi kendala berangkat ke kantor, juga hambatan menyelesaikan pekerjaan karena mobilitas terbatas, hingga harus menunda pekerjaan di lapangan demi menjalankan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Siapa yang bertanggung jawab dengan kondisi cuaca seperti ini?
Tentu, kita bertanggung jawab atas diri sendiri. Namun, bila hal ini berhubungan dengan pekerjaan, maka perusahaan wajib menanggung segala sesuatu agar karyawan tetap sehat dan selamat dalam menjalankan tugasnya.
Baca juga: Sistem Manajemen K3 Dan Cara Penerapannya Di Perusahaan
4 Dampak Curah Hujan Tinggi
Curah hujan tinggi berdampak kepada kegiatan manusia, termasuk menyebabkan kecelakaan di lingkungan kerja. Hujan deras berpotensi menimbulkan beberapa hal membahayakan, seperti:
1. Alat terganggung
Peralatan atau mesin kerja yang berada di luar ruangan dapat terganggu bila terjadi hujan. Kondisi tersebut menimbulkan hambatan karena karyawan kurang bisa memaksimalkan operasi kerja, sehingga menyebabkan kerugian finansial. Kegiatan bisnis terhambat dan perusahaan pun harus memperbaiki alat.
2. Area kerja basah
Apa pun area kerja Anda, hujan bisa menyebabkan lantai basah. Misalnya, permukaan lantai licin atau area kerja becek. Hal ini meningkatkan risiko karyawan tergelincir atau terjatuh, sehingga menyebabkan keseleo, patah tulang, atau luka berat.
3. Listrik bermasalah
Jika Anda bekerja di dalam ruangan atau di gedung, hujan tidak memengaruhi kondisi listrik. Namun, bila ada pekerjaan yang melibatkan peralatan listrik, maka ada risiko terjadi sengatan listrik saat hujan, terlebih jika peralatan listrik yang tidak terlindungi dengan baik.
4. Visibilitas terbatas
Selain itu, curah hujan yang tinggi dapat membuat visibilitas seseorang terbatas. Jadi, pakerja kesulitan melihat atau mengenali bahaya di sekitar mereka, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Misalnya, kecelakaan kendaraan, pergerakan alat berat, atau kegiatan yang memerlukan ketelitian visual.
Artikel selanjutnya: Kiat Membicarakan Kesehatan Mental Dengan Karyawan
7 Langkah HR Menghadapi Cuaca Saat Musim Hujan
Mengingat perusahaan harus bertanggung jawab atas K3 di lingkungan kerja, maka tim HR perlu proaktif dalam menghadapi perubahan cuaca, baik kemarau maupun penghujan. Bersama tim K3, ada beberapa langkah tim HR menghadapi cuaca saat musim hujan.
Hal ini sejalan dengan UU Ketenagakerjaan pasal 87 ayat (1), bahwa setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.
1. Perbarui informasi cuaca
Anda dan tim dapat memperbarui informasi cuaca terkini melalui laman BMKG. Dengan langkah tersebut, Anda bisa membuat strategi antisipasi bahaya yang ditimbulkan oleh hujan. Contohnya, mengecek dan memperbaiki peralatan listrik, mengidentifikasi risiko di lingkungan kerja, memastikan lokasi kerja kering dan tidak terimbas hujan, serta memberitahukan informasi tersebut kepada semua karyawan sehingga mereka menerapkan protokol K3.
2. Terapkan protokol K3
Protokol K3 harus diterapkan apa pun kondisi dan cuacanya. Tim K3 bersama HR harus memastikan semua alat dan lingkungan telah memenuhi syarat sehingga protokol K3 siap untuk dijalankan. Misalnya, membekali petugas lapangan dengan jas hujan dan sepatu boots atau menghentikan sementara pekerjaan yang berada di tempat terbuka jika hujan deras. Ini dilakukan agar menghindari risiko tersambar petir dan/atau sengatan listrik.
3. Sediakan APD
Ketika musim hujan, langkah HR menghadapi cuaca ialah menyediakan alat pelindung diri (APD), seperti jas hujan, payung, sepatu boots, dan sarung tangan, terlebih bagi karyawan yang harus bepergian saat hujan. Dengan demikian, mereka tetap bisa mendukung tujuan perusahaan dalam kondisi sehat dan selamat.
Bacaan berikutnya: Kesehatan Dan Keselamatan Kerja: Manfaat & Praktik
4. Bangun kesadaran K3
Tim HR dan K3 harus membangun kesadaran karyawan untuk menjalankan protokol K3. Ketika musim hujan, Anda dapat memberikan informasi tentang langkah pergi dan pulang ke kantor dengan aman, cara mencegah kecelakaan kerja saat musim hujan, hingga dampak musim hujan yang perlu mereka waspadai. Informasi dapat berupa email, poster, atau banner yang dipajang di lingkungan kantor atau katakan langsung saat rapat pagi, sehingga meningkatkan kesadaran bersama tentang K3 di lingkungan kerja.
5. Cek lingkungan kerja
Tim K3 wajib mengecek lingkungan kerja, baik di dalam maupun luar ruangan. Ia wajib memeriksa ventilasi ruangan agar berfungsi dengan baik agar tidak menjadi lembab dan sarang virus saat musim hujan. Ia juga harus memastikan kebersihan lantai, meja, kursi, ruang rapat, hingga tempat sampah agar tidak menjadi sarang kuman. Secara berkala, membersihkan ruangan dengan pestisida, yang biasanya menggunakan vendor supaya lingkungan kerja bersih dan nyaman.
6. Sedia vitamin dan obat
Selain kotak P3K, tim HR perlu menyediakan vitamin dan obat-obatan yang diperlukan oleh karyawan sepanjang waktu. Khusus untuk musim hujan, Anda bisa menyediakan obat flu dan batuk, vitamin D, vitamin C, dan/atau multivitamin guna menjaga daya tahan mereka. Bila karyawan sehat dan selamat, maka mereka dapat mempertahankan produktivitas kerja mereka.
7. Pantau kesehatan karyawan
Tim HR perlu memantau kesehatan karyawan secara berkala. Anda juga bisa mendorong manajer untuk melakukan check-ins terhadap anggota tim mereka. Jika memungkinkan, tim bisa membeli alat pengukur suhu dan tensi sebagai pendeteksi awal gangguan kesehatan. Pemantauan berguna untuk mencegah penyebaran penyakit di kantor, terutama penyakit yang timbul karena musim hujan.
Dalam menerapkan langkah tim HR menghadapi cuaca, Anda tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan tim lain, seperti tim K3 dan pemimpin berbagai level. Upaya itu untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, sehingga semua orang sehat dan selamat dalam menjalankan tugas.

Leave a Reply